Sudah 2 Bulan Berjalan, Ini Kabar Terbaru Penyaluran Biodiesel B50

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Jumat, 04/09/2026 14:10 WIB
Foto: Seorang petugas mengoperasikan pompa bahan bakar minyak (BBM) B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa penyaluran Biodiesel 50% (B50) secara nasional telah mencapai 80% hingga akhir Agustus 2026.

Pemerintah kini hanya memiliki sisa waktu satu bulan hingga penyaluran biodiesel B50 diimplementasikan secara penuh mulai 1 Oktober 2026.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyebutkan bahwa pemerintah terus meningkatkan pengawasan dan evaluasi di lapangan demi menjamin keamanan dan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.


"Masih ada 1 bulan lagi. Ya masih ada 1 bulan lagi. Kalau dari Pertamina sudah hampir 90%. Kalau dari keseluruhan kan ada BU swasta juga, itu kira-kira 80%-an. Jadi kita lihat nanti sebulan lagi terus kita tetap melakukan pengawasan, ini monitoring dan evaluasinya kita perbanyak gitu karena kita ingin persiapkan B50 secara cermat ya," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Capaian penyaluran di jaringan distribusi Pertamina tercatat lebih progresif dibandingkan rata-rata nasional dengan angka mendekati 90%. Eniya menjelaskan bahwa penyaluran B50 sudah menjangkau wilayah Indonesia Timur, termasuk wilayah Papua yang dilayani melalui satu titik serah utama.

"Ini posisinya itu ya antara 75% sampai 80% kalau total ya, total. Tapi Pertamina sudah 90%. Jadi kemungkinannya sih sudah sih ya, Papua kan hanya ada satu titik serah," lanjut Eniya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan BBM jenis Solar dengan campuran Bahan Bakar Nabati (BBN) berbasis minyak kelapa sawit 50% atau biodiesel 50% (B50) pada Kamis (9/7/2026).

Peresmian mandatori B50 ini merupakan agenda strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM khususnya jenis solar dan memperkuat nilai tambah sumber daya alam nasional, serta menjaga ketahanan ekonomi dan kedaulatan energi Indonesia.

Peresmian B50 ini di antaranya dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi & Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dan juga Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, serta Menteri kabinet lainnya.

Prabowo dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan diluncurkannya program B50, Indonesia resmi menjadi negara pertama di Dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50.

"Indonesia resmi menjadi negara pertama di Dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50. Ini bukan sekedar pencapaian teknologi, ini bukti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alam sendiri untuk kepentingan rakyat sendiri," terang Prabowo dalam sambutannya di acara peluncuran B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

"Ini adalah tonggak penting dalam perjalanan kemandirian energi," tambah Prabowo.

Bagi Prabowo, kemandirian dan kelangsungan hidup suatu bangsa antara lain ditentukan oleh 3 hal. Diantaranya: pertama mampukah bangsa itu menghasilkan pangan untuk rakyat, kedua mampukah bangsa itu memiliki sumber energi sendiri tidak tergantung bangsa lain. Ketiga mampukah negara itu juga memiliki sumber air.

"Hari ini saya bangga hadir di sini, hari ini saya tunggu-tunggu, dari sejak saya belum dilantik Presiden, ada tim inti saya tim penasehat saya selalu saya tekankan, harus swasembada pangan, harus swasembada energi, tidak boleh impor BBM, tidak boleh impor pangan. Dari sejak sebelum saya jadi presiden, sejak saya ketum HKTI. sejak saya menteri pertahanan. fokus saya akan kelola ini," tegas Prabowo.

"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirahim pada siang ini hari Senin 9 Juli 2026 dengan rahmat tuhan yang maha besar, saya Prabowo Subianto Presiden Indonesia dengan ini saya luncurkan biodiesel B50," tandasnya.


(wia)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pertamina Genjot Bioetanol & B50, Setop Ketergantungan Impor