MARKET DATA
Internasional

Festival "Toleransi" Berubah Drastis, Warga Muslim Tak Terlibat Lagi

tps,  CNBC Indonesia
02 September 2026 21:30
Umat Muslim Kashmir melaksanakan salat Jumat di jalan sementara petugas keamanan berjaga di Srinagar, 2 Mei 2025. (REUTERS/Adnan Abidi)
Foto: Umat ​​Muslim Kashmir melaksanakan salat Jumat di jalan sementara petugas keamanan berjaga di Srinagar, 2 Mei 2025. (REUTERS/Adnan Abidi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perayaan Janmashtami di Mominpore, Kolkata, yang selama ini menjadi contoh semangat multikultural karena mayoritas penyelenggaranya adalah umat Muslim, kini dipastikan berubah drastis menjadi acara khusus umat Hindu pada tahun ini.

Mengutip Times of India, Rabu (02/09/2026), Rakesh Singh, kandidat dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang kalah dalam pemilihan dari daerah Port, menyatakan bahwa perayaan tahun ini hanya akan diselenggarakan oleh umat Hindu. Singh, yang mengeklaim dirinya sebagai presiden dan ketua komite penyelenggara, menegaskan bahwa umat agama lain boleh berkunjung, namun perlindungan terhadap kegiatan keagamaan adalah sebuah kewajiban mutlak.

"Janmashtami adalah festival Hindu dan seharusnya hanya dilakukan oleh umat Hindu," tegasnya.

Singh turut mengkritik keras pernyataan mantan Ketua Menteri Mamata Banerjee yang sebelumnya sering menarasikan bahwa festival adalah milik semua orang. "Pengambilalihan" perayaan oleh Singh ini terjadi sekitar seminggu setelah organisasi Vishwa Hindu Parishad (VHP) menginstruksikan para penyelenggara festival untuk menjaga kemurnian spiritual dengan melarang keras makanan non-vegetarian dan wajib mempertahankan budaya Hindu di area inti.

Padahal, perayaan yang kini memasuki tahun ke-58 ini sejatinya diprakarsai oleh seorang pekerja sosial Muslim bernama Md Kashim sekitar enam dekade lalu, dan sering didukung oleh fungsionaris senior Trinamool seperti Mohammed Alam. Menanggapi perubahan drastis tersebut, Alam membeberkan kekecewaannya.

"Sejak 2011, kami telah menyelenggarakan Janmashtami di sini. Ada sekitar 20 anggota di komite penyelenggara, dan setengah dari mereka adalah Muslim. Namun tahun ini, semua wajah Muslim telah disingkirkan dari komite," ungkapnya.

Kondisi tersebut juga dibenarkan oleh salah satu penyelenggara yang tengah mengawasi pembangunan tenda bernuansa safron dan putih di lokasi. Ia mengakui bahwa umat Muslim memang terbiasa mengendalikan perayaan Janmashtami di tempat tersebut hingga tahun lalu, sebelum akhirnya dikelola secara eksklusif oleh umat Hindu pada tahun ini.

"Ini seperti aktivitas pembersihan," pungkasnya.

(tps/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Petisi Tolak Wali Kota Muslim Zohran Mandani Tembus 70.000, Ada Apa?


Most Popular
Features