5 Photos
Kapal Induk Perang AS Bersandar di Tetangga RI, Mau Wisata Seks?
Kedatangan ini sebenarnya memunculkan harapan akan adanya dorongan ekonomi ke Thailand. Namun ini juga membuat kontroversi terkait wisata seks.
Kapal induk kelas Nimitz milik AS, USS Abraham Lincoln, bersandar di Pelabuhan Laem Chabang, Provinsi Chonburi, Thailand, Rabu (2/9/2026). (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Kapal induk tersebut tiba setelah dari 200 hari berlayar, termasuk penugasan panjang di Timur Tengah, di tengah laporan mengenai kekhawatiran kesehatan mental dan kondisi yang memburuk di atas kapal. Kapal perang itu mencetak rekor modern untuk durasi pelayaran berturut-turut di laut. Biasanya, penugasan angkatan laut berlangsung antara enam hingga sembilan bulan, namun durasi tersebut dapat diperpanjang pada masa konflik. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Kapal Lincoln membawa sekitar 5.000 pelaut dan personel marinir. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Kedatangan ini sebenarnya memunculkan harapan akan adanya dorongan ekonomi ke Thailand. Namun ini juga membuat kontroversi terkait wisata seks, yang tengah menghadapi sejumlah langkah tegas otoritas. Menjelang kedatangan kapal tersebut, polisi mempersiapkan patroli tambahan di sekitar kawasan utama tepi pantai dan distrik hiburan malam Pattaya. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Pattaya sendiri sebenarnya adalah sebuah desa nelayan yang sebagian telah berubah menjadi pusat wisata berkat kedatangan tentara AS yang mencari hiburan selama Perang Vietnam. Diyakini, setiap personel militer AS dapat menghabiskan antara 1.000 hingga 3.000 baht (Rp 535 ribu-Rp 1,61 juta) per hari, tergantung pada durasi mereka berada di darat dan apakah mereka menginap. Izin turun ke darat biasanya dilakukan secara bergilir. Ini berarti tidak semua personel akan turun dari kapal pada waktu yang bersamaan. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)