Basarnas Ungkap Pemangkasan Anggaran Perjalanan Dinas Ubah Pola Kerja
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemangkasan anggaran perjalanan dinas turut mengubah pola kerja Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Kondisi tersebut menjadi perhatian karena karakter kerja Basarnas sangat bergantung pada mobilitas personel.
Operasi pencarian dan pertolongan tidak hanya berlangsung di kantor atau pusat komando. Tim Basarnas harus bergerak menuju lokasi kecelakaan maupun bencana dengan kebutuhan koordinasi dan kesiapan yang berbeda-beda.
"Penghematan terhadap anggaran belanja perjalanan dinas telah mengubah pola kerja yang ada di Badan SAR Nasional. Namun perlu kami sampaikan bahwa Basarnas merupakan organisasi operasional yang membutuhkan perjalanan dinas sebagai bagian dari tugas dan fungsi Basarnas dalam penyelenggaraan operasi," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Selasa (1/9/2026).
Mobilitas menjadi bagian dari kebutuhan operasional ketika Basarnas menjalankan pencarian dan pertolongan di berbagai wilayah. Selain personel, kegiatan tersebut membutuhkan dukungan sarana, prasarana, komunikasi, serta peralatan yang dapat digunakan di lapangan.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Basarnas telah melaksanakan 1.971 operasi SAR. Jumlah tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan kesiapan personel dan peralatan untuk merespons kejadian di lapangan.
"Namun perlu kami sampaikan bahwa Basarnas merupakan organisasi operasional yang membutuhkan perjalanan dinas sebagai bagian dari tugas dan fungsi Basarnas dalam penyelenggaraan operasi. Kemudian penyesuaian anggaran kami arahkan untuk memastikan prioritas anggaran tetap mendukung tugas dan fungsi utama Badan SAR Nasional, khususnya pelaksanaan operasi serta kesiapsiagaan SAR," ujarnya.
Tekanan anggaran juga terlihat dari kebutuhan Basarnas untuk 2027 yang mencapai Rp3,86 triliun. Sementara pagu yang tersedia hanya Rp1,56 triliun sehingga terdapat backlog sekitar Rp2,29 triliun.
Kondisi tersebut membuat alokasi anggaran diarahkan lebih ketat pada kebutuhan yang berhubungan langsung dengan operasi SAR. Pemenuhan sarana dan prasarana menjadi salah satu kebutuhan terbesar yang masih belum sepenuhnya tertutup.
"Perencanaan penganggaran tahun 2027 kami fokuskan untuk mendukung tugas dan fungsi utama Basarnas khususnya pelaksanaan operasi serta kesiapsiagaan SAR. Basarnas mohon dukungan dari pimpinan, wakil ketua, dan seluruh Komisi V DPR RI dalam pemenuhan anggaran kebutuhan prioritas yang kami laksanakan," kata Syafii.
(dce)