MARKET DATA

Pengeluaran Warga RI untuk Transportasi Turun, Ternyat Ini Penyebabnya

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
01 September 2026 17:55
Warga melakukan tes antigen/pcr di Altomed, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (9/8/2021). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim pemerintah terus meningkatkan testing d
Foto: Ilustrasi Kendaraan di Jakarta (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok pengeluaran transportasi mengalami deflasi sebesar 0,5% pada Agustus 2026, disebabkan penurunan harga bahan bakar non subsidi dan avtur.

Deflasi atau turunnya tekanan harga untuk kelompok pengeluaran transportasi ini terjadi saat kelompok pengeluaran lain justru naik, hingga sebabkan inflasi pada Agustus 2026 sebesar 0,21% mtm.

"Pada Agustus tahun 2026, untuk kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,50% dan memberikan andil deflasi sebesar 0,06%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).

Adapun komoditas yang dominan mendorong deflasi pada kelompok transportasi terutama tarif angkutan udara dengan andil deflasi sebesar 0,06%. Juga bensin dengan andil deflasi sebesar 0,0%.

Ateng menjelaskan adanya deflasi di angkutan udara karena penurunan harga avtur sebagai bahan bakar pesawat.

"Terkait dengan tarif angkutan udara yang mengalami penurunan, ini seiring dengan adanya penurunan harga avtur," ujarnya.

Selain itu, yang mendorong deflasi pada kelompok transportasi juga dipengaruhi penurunan harga bahan bakar non subsidi seperti jenis Pertamina Pertamax dan Pertamina Pertamax Turbo.

"Terkait dengan BBM non-subsidi, ini mengalami perubahan harga pada kondisi Agustus 2026. Partamax mengalami penurunan sekitar 2%, dan Partamax Turbo mengalami penurunan sekitar 5%," ucapnya.

Kelompok transportasi menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran masyarakat yang tercatat deflasi pada Agustus 2026. 

Sedangkan lainnya inflasi, seperti kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,57%. Lalu, pakaian dan alas kaki 0,07%.

Untuk perumahan, air, listri, dan bahan bakar rumah tangga inflasi 0,05%, serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga inflasi 0,22%.

Kelompok pengeluaran kesehatan juga tercatat inflasi 0,2%, beriringan dengan informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,18.

Untuk rekreasi, olahraga, dan buda mengalami inflasi 0,25% pada Agustus 2026, serta pendidikan 0,33% maupun penyediaan makanan dan minuman atau restoran 0,22%

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article RI Deflasi 0,14% pada Juli 2026, Didorong Harga Bawang & Cabai Merah


Most Popular
Features