Amran Usul ke DPR Anggaran Kementan Ditambah Rp 5 T, Ini Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk Kementerian Pertanian (Kementan) pada 2027. Anggaran tersebut nantinya difokuskan untuk pengembangan sejumlah komoditas strategis perkebunan.
Usulan tersebut disampaikan Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI. Tambahan anggaran itu ditujukan untuk menjamin pasokan bahan baku industri pengolahan, meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan pendapatan petani, serta memperkuat substitusi impor dan daya saing ekspor nasional.
"Dalam rangka menjamin kepastian pasokan bahan baku industri pengolahan, peningkatan penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan petani, serta memperkuat substitusi impor, dan daya saing ekspor nasional, Kementerian Pertanian tanggal 18 Agustus 2024 telah bersurat kepada Menteri Keuangan terkait usulan anggaran belanja tambahan Rp5 triliun rupiah yang difokuskan untuk pengembangan komoditas strategis perkebunan," kata Amran dalam Raker Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Amran mengatakan, usulan tambahan tersebut mencakup pengembangan komoditas kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, serta jambu mete. Kementan juga mencantumkan pengadaan 1.250 unit traktor komoditas tebu.
Untuk kelapa, pengembangan mencakup kawasan 83.279 hektare dengan produksi 9.160.690 batang. Lada mencakup 1.071 hektare dengan produksi 1.256.800 batang, sementara pala mencakup 1.400 hektare dengan produksi 108.000 batang.
Adapun kopi mencakup kawasan 54.355 hektare dengan produksi 54.355.000 batang. Kakao mencakup 100.026 hektare dengan produksi 100.026.000 batang, sedangkan jambu mete mencakup 24.658 hektare dengan produksi 2.712.380 batang.
Anggaran Kementan 2027
Usulan tambahan Rp5 triliun tersebut berada di atas pagu anggaran Kementan 2027 yang meningkat dari Rp23,23 triliun menjadi Rp28,02 triliun. Dari total tersebut, Rp9,8 triliun dialokasikan untuk anggaran dasar wajib dan Rp18,22 triliun untuk mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).
Dalam rancangan kegiatan utama Kementan 2027, alokasi untuk komoditas padi mencapai Rp9,6 triliun, komoditas tanaman pangan lainnya Rp1,9 triliun, bawang putih, cabai, bawang merah dan P2B sebesar Rp2 triliun, hilirisasi perkebunan Rp2,3 triliun, serta hilirisasi peternakan Rp798 miliar.
Kementan juga mengalokasikan Rp973 miliar untuk penyuluhan dan pendidikan pertanian serta Rp9,8 triliun untuk belanja mandatori/mengikat.
Selain itu, terdapat rancangan DAK fisik subbidang pertanian sebesar Rp111,523 miliar untuk 2027. Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, kemudian mempertanyakan apakah usulan tambahan anggaran Rp5 triliun cukup untuk mendukung swasembada bawang putih.
"(Dengan) target swasembada bawang putih secepatnya, apakah cukup dengan tambahan kenaikan anggaran seperti ini?" Tanya Titiek.
Amran mengatakan, Kementan sebenarnya ingin menambah anggaran hingga dua kali lipat. Namun, menurut dia, persoalan swasembada bawang putih tidak semata-mata berkaitan dengan anggaran.
Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) |
"Kami sebenarnya mau tambah lagi dua kali lipat. Ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Ini harus kita ada dormannya. Itu enam bulan," jelasnya.
Ia menjelaskan, Kementan telah mengupayakan pencarian bibit bawang putih hingga ke sejumlah negara.
"Nah kami sudah berangkatkan Dirjen Hortikultura ke India, China, bahkan seluruh dunia, karena untuk bibitnya kami ingin bergerak cepat, ternyata bibit itu tidak mudah," ucap dia.
"Sampai sudah ke China, ke India sudah, dan yang bisa kita ambil kita ambil. Ini untuk maksimal, tapi ini kita bibitkan dulu supaya 2028 bisa lebih besar," sambungnya.
Amran mengatakan, pemerintah tetap berupaya mencapai swasembada bawang putih secepatnya. Namun, terdapat kesenjangan besar antara kebutuhan dan produksi saat ini.
"Kami upayakan swasembada secepatnya, karena kita butuhnya 1,1 juta ton, sedangkan produksi cuma 8 ribu ton," kata Amran.
Menurutnya, keterbatasan bibit menjadi kendala utama, bukan persoalan anggaran.
"Tapi bukan karena anggarannya, kami bisa alih pindahkan. Bukan karena anggarannya tetapi ini karena bibitnya sangat terbatas sekali," terang dia.
Titiek Minta Bibit Lokal Diperbanyak
Menanggapi hal tersebut, Titiek menyebut Indonesia telah memiliki bibit bawang putih yang bagus. Ia mencontohkan bibit yang ditemui saat kunjungan ke Sembalun.
"Kita kan sudah bisa juga menghasilkan bibit-bibit bawang putih yang bagus. Kemarin kita sama-sama kunjungan ke Sembalun, nah itu bibitnya kan bagus-bagus. Nah itu bisa diperbanyak mungkin ya dari situ ya Bapak," kata Titiek.
Ia juga meminta pemerintah mulai menyiapkan lahan baru untuk budidaya bawang putih, mengingat komoditas tersebut membutuhkan ketinggian tertentu.
"Yang perlu juga mungkin penyiapan lahan-lahan baru karena itu kan bawang putih di ketinggian tertentu. Jadi sembari mencari bibit yang bagus, dapatnya bibit, lahan-lahan itu sudah dicari-cari dulu di mana kiranya gitu," terangnya.
"Jadi begitu ada bibit bisa langsung tanam. Dan yang dari lokal-lokal juga diperbanyak, itu dari BRIN, BRMP itu dikejar juga supaya mereka bisa menghasilkan bibit-bibit unggul untuk bawang putih," pungkas dia.
(wur) [Gambas:Video CNBC]