Prabowo: Tidak Mungkin Indonesia Hanya Dipimpin Satu Partai

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Senin, 31/08/2026 13:20 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto berbicara perihal sistem demokrasi yang telah dipilih Indonesia dalam kehidupan bernegara. Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam penutupan Muktamar ke-35 NU di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).



"Demokrasi adalah pilihan kita dan negara kita besar. Kita sebesar Eropa. Di Eropa itu lebih dari 27 negara, lebih, 27 negara itu yang masuk NATO atau Uni Eropa. Nanti ada lagi yang tidak masuk. Mungkin totalnya mungkin 35 juga. Kita satu negara. Kita besar sekali," ujarnya.

Menurut Prabowo, sistem demokrasi membuat koalisi adalah keniscayaan. Koalisi untuk memimpin, memerintah, dan mengurus negara yang populasinya akan mencapai 300 juta jiwa, terbesar keempat di dunia. Oleh karena itu, lanjut Prabowo, tidak mungkin negara sebesar Indonesia dipimpin hanya satu partai.

"Kita ini sekarang delapan partai sudah luar biasa efisiensinya. Banyak negara lain mungkin belasan partai, puluhan partai," kata Prabowo.

"Kita lihat di Jepang walaupun hanya dua partai besar, tapi dalam 5-6 tahun berapa kali ganti perdana menteri? Di Inggris dalam lima tahun mungkin 7-8 kali perdana menteri," lanjutnya.

Lebih lanjut, Prabowo bilang kalau pemerintahan membutuhkan stabilitas dan ketenangan. Sehingga pemerintahan koalisi yang dipimpinnya termasuk besar, dengan adanya delapan partai di parlemen.



(miq/miq)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Mau Usut Kepemimpinan BUMN Hingga 30 Tahun ke Belakang