Transformasi Sukses! Injourney Masuk Jajaran Perusahaan Terbesar di RI

Teti Purwanti, CNBC Indonesia
Kamis, 27/08/2026 18:23 WIB
Foto: Direktur Utama InJourney, Maya Watono dalam program CNBC Indonesia Closing Bell di Jakarta, Kamis (27/8/2026). (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney berhasil menjadi salah satu perusahaan dengan pendapatan terbesar di Indonesia. Direktur Utama InJourney, Maya Watono pihaknya berupaya meningkatkan value dan sustainability secara agresif serta terus meningkatkan value creation, profitability, accountability, dan governance.

"Selain itu, sebagai agent of development for the nation. Role ini sangat-sangat penting. Kita harus ensure bahwa public service ini sangat baik," jelas dia kepada CNBC Indonesia dalam Danantara BUMN Progress Update, Rabu (26/8/2026).

Namun menurutnya, pencapaian dan peran InJourney saat ini tidak bisa dipisahkan dari transformasi untuk menjadi ekosistem pariwisata dan aviasi yang terintegrasi dari kumulu ke hilir untuk Indonesia. Apalagi, InJourney juga diharapkan mampu menjadi Asian powerhouse.


Oleh karena itu, selama lima tahun terakhir ini InJourney melakukan transformasi di berbagai aset pariwisata di Indonesia yang sangat fundamental. Menurutnya, transformasi dilakukan secara fundamental, bukan hanya mempercantik aset-aset yang dimiliki.

"Kami melakukan penyehatan keuangan, karena tanpa penyehatan keuangan, penyehatan bisnis, kita tidak bisa membangun bisnis yang sustainable. Jadi kami melakukan berbagai fundamental business review dan penyehatan keuangan selama lima tahun terakhir agar semua anak perusahaan InJourney ini sehat dan sustainable ke depannya," tegas Maya.

Untuk diketahui, rangkaian transformasi yang dilaksanakan oleh InJourney telah memberikan hasil nyata. Pada sektor kebandarudaraan, InJourney telah melakukan transformasi bandara yang telah memberikan hasil nyata. Salah satu contohnya adalah transformasi di Bandara Soekarno Hatta, yang berhasil meningkatkan kapasitas dari 56 juta penumpang menjadi 66 juta melalui rezoning Terminal 1,2, dan 3.

"Efisiensinya setara Rp14 triliun bagi negara," kata Maya Watono.

Di sektor pariwisata, InJourney telah menghadirkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, yang merupakan destinasi kesehatan premium dengan pusat layanan kesehatan bertaraf internasional. KEK Sanur menjadi kawasan kesehatan pertama di Indonesia yang mengusung international health and wellness.

Dengan adanya KEK kesehatan Sanur, diharapkan masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri, bahkan dapat menarik wisatawan asing untuk datang ke Bali untuk health tourism.


(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Diplomasi Modi, InJourney Pugar Prambanan Pakai Teknologi India