Buka-Bukaan Strategi BPD Dongkrak Kemandirian Ekonomi Daerah
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan begitu, ekonomi daerah bisa didorong secara berkelanjutan dan lapangan kerja bisa tercipta melalui UMKM dan usaha lokal.
Sebagai lembaga keuangan daerah, BPD menjadi mitra utama pemerintah dalam mengelola keuangan daerah sekaligus menyalurkan pembiayaan bagi sektor-sektor produktif.
BPD pun terus memperkuat pengelolaan risiko melalui penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit, peningkatan monitoring pascapenyaluran, serta pembentukan cadangan yang memadai sesuai ketentuan, sehingga kualitas aset tetap terjaga.
Untuk diketahui, kinerja industri BPD tetap terjaga dengan kualitas pembiayaan yang baik, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross dan NPL Nett yang masing-masing berada pada level 3,26% dan 1,27%. Hal ini menunjukkan ekspansi yang tetap berjalan di tengah dinamika ekonomi dan pendekatan yang lebih prudent.
Dalam membahas lebih jauh mengenai peran BPD, CNBC Indonesia menggelar Regional Bank Summit 2026 Batch 2 dengan tema "Strategi BPD Mendorong Kemandirian Ekonomi Daerah", pada Jumat, 28 Agustus 2026, pukul 12.00 WIB.
Forum diskusi strategis ini mempertemukan regulator, pimpinan BPD, dan pemangku kepentingan untuk membahas transformasi kelembagaan BPD dan kontribusi nyatanya dalam mendukung program prioritas pembangunan nasional.
Adapun Regional Bank Summit 2026 menghadirkan berbagai narasumber seperti Direktur Operasional Bank BPD Bali I Komang Wiratna Jaya dan Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana. Regional Bank Summit 2026 turut menghadirkan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.
Para narasumber akan membahas evaluasi industri BPD terhadap kondisi ekonomi dan tren bisnis perbankan hingga semester I-2026 serta outlook bisnis BPD di sisa 2026 ini. Kemudian subsektor dari segmen UMKM yang memerlukan dukungan permodalan perbankan hingga peluang kebutuhan pembiayaan dari sektor ekonomi hijau (green economy), maupun ekonomi digital.
Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.
(rah/rah)