OJK ungkap Sederet PR Besar BPD, Ini Salah Satunya!
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) telah berhasil mengatasi masalah permodalan yang merupakan salah satu tantangan terberat dalam sektor perbankan. Salah satu cara mengatasi tantangan permodalan ini antara lain dengan Kelompok Usaha Bank (KUB).
"Namun masih ada masalah yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Dengan pendapatan daerah yang tentu kalau pendapatan daerahnya tinggi tentu ini akan lebih mudah tercapai. Kalau misalnya lebih rendah ini sulit tercapai," ungkap Dian dalam Regional Bank Summit 2026 dengan tema "Transformasi Strategis BPD dalam Mendorong Pembangunan Nasional", Rabu (5/8/2026).
Selain permodalan, ada juga masalah persaingan di dunia perbankan Indonesia tidak mudah, apalagi bank daerah yang harus bersaing dengan bank nasional. Namun, Dian memastikan bahwa OJK mendukung upaya upaya-upaya untukterus meningkatkan peran BPD.
Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), BPD juga harus bersaing untuk mendapatkan SDM terbaik dengan bank nasional. Namun Dian berharap BPD bisa terus melakukan perbaikan misalnya dengan memberikan kompensasi terbaik kepada pegawai dan lain-lain.
"Jadi ini memang terus kita harus lakukan peningkatan SDM itu yang masuk ke dalam Roadmap BPD, karena kami anggap hal itu menjadi salah satu yang paling penting bersama dengan peningkatan IT," tegas Dian.
SDM dan IT menurut Dian sama penting, oleh karena itu transformasi digital BPD terus didorong secara serius dan terus menerus didukung dengan roadmap pengembangan BPD 2024-2027.
"Roadmap ini dibuat agar kami bisa memastikan BPD bertumbuh dalam progres yang baik.Dan ini saya kira tantangan yang tidak mudah ya, karena dalam situasi ekonomi global maupun domestik pada saat ini," pungkas Dian.