MARKET DATA

RI Terjebak 33 Tahun, Tak Mampu Lompat ke Kelas Negara Maju

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
27 August 2026 16:25
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy saat Konferensi pers terkait RAPBN & Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Aula Cakti Buddhi Bakti, kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta Se
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia sudah terjebak di golongan negara pendapatan menengah atau tidak mampu menjadi negara maju selama 33 tahun.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy saat rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Jakarta pada Kamis (27/8/2026).

"Sejak tahun 1993, menurut catatan kami, Indonesia memang sudah keluar dari kategori pendapatan rendah, namun tetap belum bisa melompat menjadi negara berpenghasilan tinggi," katanya.

Pambudy mengatakan selama ini ekonomi Indonesia memang mampu menghadapi dan bertahan di berbagai guncangan ekonomi atau krisis seperti 1998 dan Covid-19 2020. Sayangnya masih belum cukup untuk membuat ekonomi Indonesia naik kelas.

Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 Menekankan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi. (Dok. Kementerian PPN/Bappenas)Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 Menekankan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi. (Dok. Kementerian PPN/Bappenas) Foto: Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 Menekankan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi. (Dok. Kementerian PPN/Bappenas)

Ke depan, Pambudy menekankan kewaspadaan terhadap ketidakpastian dan guncangan ekonomi yang engah terjadi saat ini yang dapat menghalangi akselerasi pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

Pambudy mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi diperlukan untuk memperbesar kapasitas produksi nasional, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong daya saing industri terus meningkat.

(ras/mij) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bappenas Rilis Buku Soal Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka


Most Popular
Features