MARKET DATA
Internasional

Kemlu Buka Suara soal Banjir Bandang Nepal-Tibet, Bagaimana Nasib WNI?

tfa,  CNBC Indonesia
27 August 2026 13:40
Rumah-rumah yang rusak akibat banjir bandang di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, pada 26 Agustus 2026. (REUTERS/Navesh Chitrakar)
Foto: Rumah-rumah yang rusak akibat banjir bandang di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, pada 26 Agustus 2026. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkap kondisi warga negara Indonesia (WNI) setelah banjir bandang menerjang wilayah perbatasan Nepal-Tibet pada 26 Agustus 2026. Hingga kini, belum ada laporan WNI yang terdampak bencana tersebut.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu Heni Hamidah mengatakan pemantauan dilakukan melalui KBRI Dhaka dan KBRI Beijing.

"Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak," ujar Heni dalam keterangannya, dikutip Kamis (27/8/2026).

Kemlu terus memantau situasi dengan berkoordinasi bersama jejaring komunitas WNI dan Konsul Kehormatan RI di Kathmandu. Pemantauan dilakukan menyusul laporan sedikitnya 90 orang meninggal dunia di kedua sisi wilayah perbatasan RRT dan Nepal, sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.

Di Nepal terdapat sekitar 45 WNI, yang mayoritas berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan. KBRI Dhaka memberikan perhatian khusus terhadap WNI yang berada di Nepal sebagai wisatawan, terutama mereka yang melakukan kegiatan pendakian.

"KBRI Dhaka mengimbau agen perjalanan yang memberangkatkan WNI ke Nepal untuk segera menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi WNI," kata Heni. Imbauan tersebut terutama ditujukan bagi WNI yang sedang melakukan perjalanan atau pendakian di wilayah Nepal.

Kemlu juga mengingatkan seluruh WNI di Nepal dan China untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan otoritas setempat. WNI diminta menghindari wilayah terdampak dan terus memantau perkembangan melalui sumber informasi resmi.

"KBRI Beijing dan KBRI Dhaka akan terus memantau perkembangan situasi dan menjaga komunikasi dengan komunitas WNI," ujar Heni. Kemlu memastikan langkah pemantauan dan pelindungan WNI akan terus dilakukan seiring perkembangan kondisi di wilayah terdampak.

Dalam kondisi darurat, WNI di Nepal dapat menghubungi Hotline KBRI Dhaka melalui +880 161-4444-552. Sementara WNI di China dapat menghubungi Hotline KBRI Beijing melalui +8618610455488 melalui WeChat, telepon, atau SMS.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 7 Fakta Baru Banjir Bandang Nepal-Tibet, 165 Tewas-1.000 Orang Hilang


Most Popular
Features