Purbaya Tak Terbuai Proyeksi Ekonomi Cerah Lembaga Dunia di 2027
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga internasional memproyeksikan ekonomi dunia akan meningkat pada 2027 setelah mengalami perlambatan pada tahun ini.
Hal tersebut dikatakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi terhadap RAPBN 2027 di Rapat Paripurna di Gedung Parlemen, Jakarta pada Kamis (27/8/2026).
"Berbagai lembaga internasional, Bank Dunia, IMF, dan OECD memproyeksikan perekonomian global akan kembali meningkat pada tahun 2027," ucapnya.
Bank Dunia sendiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 2,8%, lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan 2026 sebesar 2,5 persen. Sementara IMF mengatakan ekonomi dunia bisa tumbuh 3,4% pada 2027 dibandingkan proyeksi pertumbuhan 3% pada 2026.
Meskipun proyeksi lembaga internasional mengatakan ekonomi dunia akan bangkit pada 2027, dibaliknya masih ada risiko berlanjutnya eskalasi konflik geopolitik.
"Perkembangan kondisi global masih sangat dinamis dan penuh ketidakpastian. Konflik di Timur Tengah, khususnya eskalasi ketegangan Amerika Serikat, Israel, Iran, masih bergejolak," kata Purbaya.
Dalam mengantisipasi risiko gejolak ekonomi tahun depan, Purbaya mendesain RAPBN 2027 salah satunya berperan sebagai penyerap risiko untuk menjaga stabilitas perekonomian dan daya beli domestik. Selain itu, RAPBN 2027 juga disiapkan sebagai instrumen pendorong ekonomi Indonesia.
"APBN memiliki fungsi ganda pertama sebagai peredam guncangan atau shock absorber untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional dan daya beli masyarakat. Yang kedua sebagai instrumen kontrasiklikal untuk mendorong perekonomian domestik sekaligus mendukung agenda prioritas pembangunan."
RAPBN 2027 juga dirancang sebagai katalis pembangunan agar mampu memberikan dampak yang nyata bagi upaya penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Seiring dengan arah kebijakan tersebut, RAPBN tahun 2027 akan difokuskan untuk mendukung 8 klaster program kerja prioritas nasional beserta satu program pendukung atau enabler yang meliputi 60 program kerja.
Untuk mendukung agenda pembangunan di tengah gejolak perekonomian global, postur RAPBN tahun 2027 dirancang dengan anggaran belanja negara dialokasikan sebesar Rp4.097,2 triliun, pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.426,0 triliun.
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]