Heboh Bos CIA Diam-Diam Kunjungi Moskow, Minta Ini Sama Putin
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat (AS), John Ratcliffe, secara diam-diam melakukan kunjungan mendadak ke Moskow, Rusia. Kunjungan sangat rahasia ini langsung memicu badai spekulasi global, mulai dari upaya mencegah serangan nuklir Rusia ke Ukraina hingga lobi tingkat tinggi terkait krisis sanksi Iran.
Mengutip India Today, Kamis (27/08/2026), Ratcliffe mendarat di Moskow pada hari Selasa lalu. Disebut ada serangkaian pertemuan tertutup dengan para pejabat Rusia.
Kunjungan resmi ini merupakan yang pertama bagi Ratcliffe sejak ia mengambil alih pimpinan lembaga telik sandi tersebut. Sayangnya baik CIA maupun Kremlin menolak untuk mengungkapkan tujuan kunjungan itu secara publik.
Masih merujuk laman yang sama, awalnya sebuah pesawat militer Boeing C-17A Globemaster III milik Angkatan Udara AS terlacak mendarat di Bandara Internasional Vnukovo Moskow. Pesawat itu dilaporkan terbang dari Riga, Latvia, dengan titik awal dari Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland, yang kemudian disusul dengan terlihatnya iring-iringan diplomatik AS di jalanan ibu kota Rusia tersebut.
Kunjungan ini terjadi bertepatan dengan mandeknya upaya perdamaian yang ditengahi AS dalam konflik Rusia-Ukraina. Mantan Wakil Direktur Intelijen Nasional AS, Beth Sanner, membeberkan bahwa intelijen AS mencurigai Rusia sedang mempersiapkan mobilisasi militer baru yang dirancang khusus untuk menguji ketahanan aliansi NATO.
"Kami tahu apa yang sedang Anda pikirkan untuk dilakukan, dan sebaiknya jangan lakukan itu," ucapnya terkait kemungkinan pesan ancaman yang dibawa bos CIA tersebut untuk pemerintahan Vladimir Putin.
Sementara itu, skenario yang jauh lebih mengerikan dilontarkan oleh analis politik AS, Gordon G Chang. Ia memperingatkan agar ancaman eskalasi besar-besaran dari Rusia tidak diremehkan.
Sebagai catatan, selama kunjungan Ratcliffe berlangsung, para pejabat AS dilaporkan telah mendesak Ukraina untuk menghentikan sementara seluruh serangannya di sekitar kota Moskow.
"Apakah John Ratcliffe pergi ke Rusia karena Putin berencana menggunakan senjata nuklir terhadap Ukraina? Perang akan datang," tegasnya.
Di sisi lain, mantan perencana militer senior Inggris, Marsekal Udara Andrew Turner, memiliki teori berbeda yang menyoroti krisis geopolitik di Timur Tengah. Ia meyakini bahwa kunjungan ini berkaitan erat dengan krisis sanksi ekonomi besar-besaran yang baru saja diluncurkan pemerintahan Trump terhadap Teheran.
Sebagai mitra strategis utama Iran, posisi Rusia menjadi sangat krusial dalam keberhasilan sanksi Washington.
"Saya yakin ia sedang meminta atau mencoba membujuk Rusia untuk menghentikan dukungan dan memutuskan hubungan dengan Teheran," pungkasnya.
(tps/sef)