MARKET DATA

Proyek Sampah Jadi Listrik di Bekasi Bakal Beroperasi di Tahun 2028

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
26 August 2026 17:10
Lahan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi. Proyek dengan nilai investasi Rp3 Triliun ini bisa mengolah 500.000 ton sampah per tahun, Rabu (26/6/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: Lahan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi. Proyek dengan nilai investasi Rp3 Triliun ini bisa mengolah 500.000 ton sampah per tahun, Rabu (26/6/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Bekasi, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membeberkan target operasi fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat di tahun 2028 mendatang. Pembangunan fasilitas itu diproyeksikan bisa rampung setidaknya pada akhir 2027 mendatang.

CIO Danantara Pandu Sjahrir mengatakan proyek dengan nilai investasi mencapai Rp 3 triliun tersebut diproyeksikan mampu mengolah sampah di Kota Bekasi hingga 500.000 ton per tahun atau sekitar 1.500 ton timbulan sampah per hari. Pihaknya terus mendorong rampungnya pengerjaan proyek energi bersih tersebut.

"Tadi kita bilang akhir 2027 awal 2028," jawab Pandu saat ditanya target operasi PSEL Bekasi di sela acara Groundbreaking Proyek PSEL Ciketing Udik, Bekasi, Rabu (26/8/2026).

Danantara melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) bekerja sama dengan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara akan mengelola proyek tersebut.

Kepemilikan dan pengelolaan proyek tersebut dijalankan secara profesional dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Proyek tersebut dikembangkan melalui seleksi enam konsorsium yang menyerahkan proposal, kemudian ditetapkan dua konsorsium yang berhasil lolos tahap evaluasi teknis, hukum, finansial, dan lingkungan untuk menjalankan operasional fasilitas tersebut.

PSEL Bekasi

Sebagai informasi, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) meresmikan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Keberadaan PSEL Bekasi diproyeksikan menyerap 1.000 tenaga kerja serta mengurangi emisi karbon sebesar 640.000 ton setara CO2 per tahun.

Peresmian pembangunan PSEL kedua itu merupakan bagian dari upaya Danantara dalam menjalankan mandat pengelolaan sampah perkotaan melalui teknologi ramah lingkungan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden No. 109 Tahun 2025.

Fasilitas di Kota Bekasi merupakan proyek kedua yang telah mulai dibangun setelah dimulainya pembangunan PSEL Denpasar Raya bulan Juli 2026 lalu. Sampah yang dikelola akan berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, sebagai TPA yang khusus menampung sampah dari Kota Bekasi.

PSEL Kota Bekasi ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2028. Berdasarkan Peraturan Presiden atau Perpres No.109 Tahun 2025, listrik yang dihasilkan nantinya akan dibeli dan disalurkan ke PLN.

Dalam rangkaian peresmian PSEL Kota Bekasi, turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero).

Perjanjian tersebut menjadi landasan komersial bagi penyerapan listrik yang dihasilkan dari fasilitas PSEL Kota Bekasi ke jaringan PLN, sehingga memberikan kepastian offtake dan keberlanjutan operasional proyek dalam jangka panjang.

Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) akan dijalin antara PLN dengan setiap BUPP seluruh PSEL dengan harga beli US$ 0,20 per kWh untuk semua kapasitas. Fasilitas di Kota Bekasi akan mengelola hingga 1.500 ton perhari sampah menjadi energi bersih berupa listrik.

Fasilitas PSEL Bekasi ditargetkan mampu mengolah 70% dari total timbulan sampah di wilayah tersebut sekaligus menekan penggunaan lahan TPA hingga 90%.

PSEL Bekasi akan bersinergi dengan teknologi pengelolaan sampah Pirolisis di mana sampah yang telah menumpuk dapat diolah menjadi energi terbarukan berupa bahan bakar minyak. Proyek pengelolaan sampah Pirolisis terpisah dikelola oleh TNI Angkatan Darat.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Gak Cuma Jadi Listrik, Sampah Juga Bisa Jadi Bahan Bakar


Most Popular
Features