RI Mulai Kembangkan PLTS 100 Giga Watt, Segini Harga Listriknya

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Rabu, 26/08/2026 09:55 WIB
Foto: Presiden Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Kab. Jembrana, 25 Agustus 2026. (Tangkapan Layar Youtube BPMI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah resmi memulai pengembangan megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 Giga Watt peak (GWp). Kelak, harga listrik dari pembangkit matahari itu di kisaran 5-6 sen dolar AS per kWh.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa angka tersebut merupakan biaya untuk produksi listrik dari panel surya, sementara biaya tambahan akan muncul tergantung pada kebutuhan kapasitas penyimpanan energi.

"Dan untuk PLTS-nya saja yang sekarang kita resmikan itu nilainya itu kurang lebih sekitar 5 sampai 6 sen. Namun itu belum termasuk baterai. Nah baterainya itu ditambah lagi," ujarnya dalam laporannya, dalam peresmian program PLTS 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali, dikutip Rabu (26/8/2026).


Bahlil menjelaskan bahwa penentuan harga final nantinya akan dipengaruhi oleh durasi penggunaan baterai untuk menjaga stabilitas jaringan listrik atau base load. Pihaknya terus memperhitungkan agar integrasi antara pembangkit surya dan sistem baterai tetap memiliki nilai keekonomian yang kompetitif bagi pengembang maupun konsumen.

"Nah baterainya tergantung mau 4 jam mau 24 jam itu harganya akan mengikuti tentang lama daripada pemakaian baterai itu. Ini betul Pak Dirut PLN ya? Jangan sampai salah-salah kita di depan Presiden ini soalnya," jelasnya.

Megaproyek tersebut diproyeksikan membutuhkan total investasi mencapai US$ 73 miliar atau setara Rp 1.140 triliun lebih. Pembangunannya akan dilakukan setidaknya kurang dari tiga tahun ke depan.

Proyek tersebut diharapkan mampu memangkas beban subsidi energi negara hingga Rp 73,9 triliun per tahun serta menyerap 5,52 juta tenaga kerja.

"Dari total pekerjaan ini bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun 73,9 triliun rupiah. Bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 5,52 juta lapangan kerja," paparnya.

Di samping itu, Bahlil melaporkan bahwa khusus di wilayah Bali, pembangunan PLTS tersebut akan menggantikan peran pembangkit listrik tenaga diesel yang selama ini digunakan. Hal itu dinilai sangat krusial untuk mendukung citra Bali sebagai destinasi wisata internasional yang mengedepankan energi hijau.

"Khusus untuk Bali dengan kita memakai 1.000 Mega Watt itu mampu melakukan efisiensi 0,6 juta kiloliter solar yang dilakukan oleh PLN. Selama ini ternyata Bali ini masih pakai PLTD. Jadi tidak heran kemudian kalau ini kita lakukan di Bali Pak karena kampanyenya adalah green energy," ungkapnya.

Program itu juga mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dan pulau terpencil melalui skema productive use of energy. Di beberapa lokasi, PLTS akan diintegrasikan dengan fasilitas cold storage, mesin pembuat es, hingga pengisian daya kapal listrik bagi para nelayan setempat.

"Jika mataharinya matahari Indonesia, panel suryanya dibuat oleh jerih payah rakyat Indonesia dan baterai listriknya dihasilkan dari keringat tenaga kerja Indonesia maka energi surya ini adalah energi Indonesia, energi Ibu Pertiwi," tandasnya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, pembangunan tahap awal difokuskan pada 14 proyek pertama dengan total kapasitas 5.216 Mega Watt peak (MWp) yang tersebar di berbagai wilayah. Berikut adalah daftar proyek strategis PLTS yang masuk dalam tahap tender dan konstruksi:

Proyek Siap Tender:

  • PLTS Terapung Jatiluhur (Jawa Barat): 1.688 MWp
  • PLTS Terapung Cirata (Jawa Barat): 1.250 MWp
  • PLTS Terapung Jatigede (Jawa Barat): 636 MWp
  • PLTS+BESS Klaster Madura (Jawa Timur): 605 MWp
  • PLTS Bali (Gilimanuk): 300 MWp
  • PLTS Lahan Bank Tanah Purwakarta (Jawa Barat): 69 MWp

Proyek Konstruksi & Groundbreaking:

  • PLTS Banyuwangi (Jawa Timur): 130,2 MWp (Groundbreaking)
  • PLTS Pasuruan (Jawa Timur): 132 MWp (Groundbreaking)
  • PLTS Terapung Gajah Mungkur (Jawa Tengah): 134,2 MWp (Groundbreaking)
  • PLTS Terapung Karangkates (Jawa Timur): 133 MWp (Konstruksi 56,54%)
  • PLTS Terapung Saguling (Jawa Barat): 92 MWp (Konstruksi 44,4%)
  • PLTS Tembesi (Batam): 46 MWp (Konstruksi 65%)
  • PLTS Desa Sembur (Batam): 0,92 MWp
  • PLTS Pulau Rengit: 0,078 MWp


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Resmi Luncurkan Program PLTS Kapasitas 100 GWp