Pengusaha Kasih Kabar Penjualan Motor Listrik Turun, Ada Apa?

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Senin, 24/08/2026 18:20 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat acara pluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) pada Kamis (13/8/2026). (Dok. Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan motor listrik nasional menghadapi tekanan sepanjang tahun ini. Kondisi tersebut terjadi ketika pembahasan mengenai insentif kembali mencuat, tetapi kepastian mengenai penerapannya belum juga diterima pelaku industri.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi melihat isu subsidi yang terus muncul justru membuat sebagian konsumen menahan diri. Situasi itu membuat pasar sulit bergerak secara optimal meski minat terhadap kendaraan listrik masih tersedia.

"Turunlah, karena isu menyangkut masalah subsidi kan sering banget ya. Ya makin sering disampaikan semakin masyarakat nunggu kan," kata Budi kepada CNBC Indonesia, Senin (24/8/26).


Perubahan informasi mengenai insentif juga membuat konsumen memiliki alasan untuk menunda pembelian. Terlebih, pembahasan tersebut kembali muncul setelah sebelumnya pasar mengalami situasi serupa pada periode sebelumnya.

Budi menilai kondisi pasar akan berbeda apabila informasi mengenai insentif hanya disampaikan sekali kemudian segera diikuti keputusan yang jelas. Dengan begitu, konsumen tidak terus berada dalam posisi menunggu.

Presiden Prabowo Subianto saat acara pluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) pada Kamis (13/8/2026). (Dok. Sekretariat Presiden) Foto: Presiden Prabowo Subianto saat acara pluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) pada Kamis (13/8/2026). (Dok. Sekretariat Presiden)

"Cuma kalau di awal tahun disampaikan kemudian enggak ada isu lagi mungkin masyarakat sudah lupa tentang adanya kemungkinan skema subsidi. Lah ini hampir berapa bulan sekali, ya enggak tahu juga," ujarnya.

Pencapaian pasar tahun ini masih tertinggal dibandingkan periode sebelumnya. Hingga sekitar Agustus, jumlah motor listrik yang terserap pasar disebut baru berada di kisaran 25.000 unit. Angka tersebut menjadi perhatian karena pencapaian tahun lalu masih berada jauh di atas posisi tersebut. Perbedaan capaian itu menggambarkan beratnya kondisi pasar motor listrik tahun ini.

"Kalau secara populasi tahun ini mungkin pertumbuhan baru 25.000 apa ya unit," ujar Budi.

Target penjualan yang lebih besar sebenarnya masih terbuka apabila kebijakan pendukung pasar segera memberikan kepastian. Industri juga masih memiliki kemampuan produksi yang jauh lebih tinggi daripada permintaan saat ini.

Namun, kemampuan produksi tersebut belum otomatis menjadi penjualan. Permintaan pasar tetap menjadi faktor penentu agar kapasitas yang tersedia dapat digunakan secara maksimal.

"Iya baru 30-40%an dibanding total tahun lalu," kata Budi saat ditanya mengenai pencapaian penjualan motor listrik tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.


(fys/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Purbaya Janji Aturan Insentif Motor Listrik Segera Diterbitkan