Geger Emas 3 Gram Ditemukan di Sungai, 10.000 Orang Serbu Desa Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Desa Cheporor di wilayah Kanyarkwat, Kapenguria Constituency, West Pokot County, Kenya, mendadak dipenuhi ribuan pemburu emas. Ini terjadi setelah seorang petani menemukan bongkahan emas di sekitar sungai dua pekan lalu.
Temuan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu apa yang disebut sebagai "demam emas". Menurut laporan BBC International sebagaimana dimuat NDTV dikutip Senin (24/8/2026), sekitar 10.000 orang diperkirakan datang ke lokasi untuk mencari emas.
Fenomena tersebut bermula dari penemuan tidak sengaja yang dilakukan Manasse Lomachar, 33 tahun. Saat itu, ia sedang mencari emasnya yang hilang ketika melihat sekelompok perempuan mendulang emas di sekitar dasar sungai.
Lomachar kemudian bergabung dengan mereka dan menemukan emas seberat 3 gram. Temuan tersebut kemudian dijual seharga 36.000 shilling Kenya atau sekitar Rp 26,6 juta.
"Saya bergabung dengan mereka, dan dari situlah desa menyadari bahwa ada emas di daerah ini," kata Lomachar.
Ia meyakini kabar mengenai penemuannya menjadi salah satu pemicu berdatangannya ribuan orang ke desa tersebut. Namun, belum diketahui secara pasti apakah temuan tersebut merupakan satu-satunya alasan terjadinya demam emas.
Menurut pihak berwenang, aktivitas mencari emas sebenarnya sudah dilakukan masyarakat di kawasan tersebut sejak lama. Namun, biasanya emas yang ditemukan hanya dalam jumlah sangat kecil.
Kali ini situasinya berbeda setelah muncul laporan mengenai beberapa temuan yang dianggap lebih besar. Rata-rata orang yang datang, sebagian besar berasal dari wilayah sekitar, termasuk Uganda.
"Para pemuda menemukan apa yang tampaknya merupakan emas dalam jumlah cukup besar. Keesokan harinya, para perempuan menemukan emas dalam jumlah signifikan lainnya di area yang sama," kata Samuel Kiarie, wakil komisaris West Pokot County.
Meski demikian, pemerintah setempat belum dapat memastikan seberapa besar cadangan emas yang terdapat di wilayah tersebut. Namun, Kiarie mengatakan para pedagang emas skala kecil melaporkan menerima rata-rata sekitar 100 orang setiap hari.
Demam Emas Ciptakan Bisnis Baru
Bukan hanya pemburu emas yang berdatangan. Gelombang manusia tersebut turut menciptakan aktivitas ekonomi baru di desa.
Lebih dari 200 usaha yang menjual makanan, air, dan kebutuhan sehari-hari dilaporkan bermunculan di sekitar lokasi yang menjadi pusat keramaian. Bagi warga yang datang mencari emas, bahkan temuan dalam jumlah kecil dianggap dapat memberikan perubahan besar bagi kehidupan mereka.
Sejumlah orang mengatakan pendapatan dari emas dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, lonjakan jumlah penduduk sementara ini juga mulai memberikan tekanan terhadap infrastruktur desa.
Ketersediaan air dan sanitasi menjadi perhatian karena fasilitas di desa kecil tersebut harus menghadapi kedatangan ribuan orang dalam waktu singkat. Hingga kini, ukuran sebenarnya dari cadangan emas di wilayah tersebut masih belum diketahui.
(sef/sef)