Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perbaikan Kinerja BUMN

Elga Nurmutia, CNBC Indonesia
Senin, 24/08/2026 15:17 WIB
Foto: CNBC INDONESIA

Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria buka-bukaan soal perbaikan kinerja perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaan Danantara. Kunci perbaikan kinerja BUMN tersebut merupakan hasil dari transformasi bisnis, pembenahan manajemen, pemberlakuan efisiensi, hingga restrukturisasi.

Terbukti, sejumlah perusahaan BUMN seperti PT Semen Indonesia Tbk, PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia, PT Timah Tbk, hingga PT Krakatau Steel Tbk berhasil mencatatkan kinerja cemerlang dalam beberapa waktu terakhir.

"Sebetulnya ini salah satu yang perlu juga disampaikan kepada publik. Tentu banyak yang bertanya apakah peningkatan ini terjadi sendirinya atau memang ada intervensi daripada Danantara dan tentu kami tidak sekadar bicara bahwa oh ini memang karena ada intervensi atau transformasi yang dilakukan. Tetapi silakan tanyakan sendiri di validasi kepada perusahaan masing-masingnya," ungkap dia dalam Squawk Box CNBC Indonesia, Senin (24/8/2026).


Sebagai contoh, Dony menjelaskan, sebelumnya model bisnis Semen Indonesia dinilai tidak efektif. Pasalnya, penjualan yang terlalu tersentralisasi membuat pabrik seperti Semen Padang dan Semen Tonasa kehilangan akses langsung ke pasar.

Danantara kemudian mencoba melakukan perubahan struktur tersebut dengan mengembalikan fungsi penjualan ke masing-masing unit, memperkuat tim manajemen, memperbaiki sistem distribusi, serta menekan biaya produksi.

Berkat strategi tersebut, Semen Indonesia berhasil mencatat biaya produksi yang lebih kompetitif. Perusahaan ini ditargetkan mampu mencetak laba sampai dengan Rp 1 triliun pada tahun 2026.

Hal serupa juga dilakukan oleh Pegadaian dalam meningkatkan kinerjanya. Dalam konteks ini, Pegadaian bertransformasi secara digital guna meningkatkan penetrasi pasar baru. Salah satunya melakukan penguatan bisnis emas melalui platform digital bernama Tring!, serta mengembangkan ekosistem bullion bank. Melihat itu, Dony pun optimistis Pegadaian mampu meraih laba sebesar Rp 12 triliun pada 2026.

Di samping itu, Pupuk Indonesia mengalami perubahan model bisnis dari cost plus menjadi mark to market. Perubahan tersebut berhasil menekan biaya, meningkatkan produksi, membuka peluang ekspor, sekaligus mendorong kenaikan laba perusahaan.

Dony meneruskan, berdasarkan hasil pemetaan Danantara, permasalahan utama BUMN selama ini bersumber dari tiga hal, yakni investasi berlebihan, rekayasa keuangan, dan fraud. Oleh sebab itu, Danantara kini mewajibkan setiap investasi menghitung tingkat pengembalian atau return on investment.

Selain itu, Danantara juga terus berupaya melakukan impairment terhadap berbagai aset dan perusahaan yang dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak boleh lagi melakukan pemolesan laporan keuangan hanya agar terlihat sehat.

"Terutama sekali real bahwa kita melakukan improvement di sisi performance daripada perusahaan-perusahaan lain. Saya sangat happy melihat satu persatu ya. Krakatau Steel tadinya waktu bisa bayangkan waktu Krakatau Steel kita ambil alih, utangnya Rp 26 triliun, pabriknya tidak ada satupun yang jalan, dia punya blast furnace mangkrak nggak hidup, punya satu HSM saja itu terbakar tidak hidup juga, perusahaan kosong, tidak ada aktivitas sama sekali. Kemudian kita mulai melakukan restrukturisasi dari Krakatau Steel dibantu oleh Pak Dirut yang luar biasa," terang dia.

Pada akhirnya, perbaikan kinerja dari BUMN-BUMN tersebut tidak hanya berdampak pada penguatan posisi Danantara semata. Lebih dari itu, manfaat dari perbaikan kinerja yang dilakukan BUMN ini akan dirasakan oleh masyarakat secara luas.


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Dony Oskaria Bicara Soal Transformasi Dapen, Pertambangan - KAI