12 Poin Pidato PM Singapura ke Warga: Buat Pulau Baru-Visi 100 Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong menarik perhatian dalam pidato National Day Rally (NDR) 2026 digelar pada Minggu. NDR sendiri adalah pidato tahunan penting pemerintah Singapura untuk menyampaikan kebijakan dan arah pembangunan negara.
Dalam pidatonya di Institute of Technical Education (ITE) Headquarters, Wong memaparkan berbagai kebijakan dan rencana jangka panjang Singapura menghadapi perubahan geopolitik, perkembangan teknologi, tantangan keluarga, hingga kebutuhan pembangunan infrastruktur.
Wong menekankan bahwa dunia telah memasuki era yang lebih tidak stabil dan karenanya Singapura tidak boleh menutup diri, tetapi harus tetap terhubung dengan dunia sekaligus memperkuat ketahanan nasional
Lalu apa saja poin pidatonya? Berikut rangkuman CNBC Indonesia, Senin (24/8/2026), dikutip dari laman pemerintah Singapura pmo.gov.sg.
1.Situasi Global
Wong membuka pidatonya dengan memaparkan situasi global. Bagaimana kekuatan dunia tersebar saat ini dan membuat semuanya berubah.
Wong mengatakan Amerika Serikat (AS) masih menjadi kekuatan utama, tetapi China telah berkembang menjadi pesaing setara di berbagai bidang. India juga tumbuh pesat. Di sisi lain, Eropa dan negara-negara berkekuatan menengah semakin aktif.
"Jadi, kekuatan global kini semakin tersebar. Berbagai pusat kekuatan saling berebut pengaruh, bersaing memperebutkan pasar, teknologi, sumber daya, dan semakin bersaing untuk menentukan siapa yang menetapkan aturan permainan," ujarnya.
Wong pun menyinggung soal perdagangan internasional. Ia menyebutnya semakin dipengaruhi kepentingan keamanan nasional.
"Perdagangan tidak lagi sebebas dulu. Perdagangan tidak lagi hanya soal ekonomi. Perdagangan semakin dibentuk oleh pertimbangan keamanan," jelasnya menyebut pemerintah di berbagai negara kini semakin menggunakan perdagangan, teknologi dan investasi untuk mencapai tujuan strategis.
Tak lupa pula ia pun menyebut krisis Timur Tengah yang mengancam energi dan pangan. Gangguan pelayaran di Selat Hormuz, tegasnya, menjadi contoh bagaimana konflik regional dapat berdampak ke seluruh dunia.
"Ini telah menunjukkan kerentanan dalam pasokan energi, pangan, dan berbagai kebutuhan penting lainnya," katanya menegaskan lagi bagaimana Singapura harus belajar agar tidak terlalu bergantung pada satu pemasok.
2.Risiko Perang Besar Meningkat
Dalam pembahasan situasi global, Wong memperingatkan konflik regional dapat berkembang menjadi konflik yang jauh lebih besar. Menurutnya, risiko salah perhitungan dan eskalasi semakin tinggi ketika kekuatan besar saling berhadapan.
"Tidak ada yang menginginkan perang dunia lainnya. Namun sejarah mengingatkan kita bahwa perang besar jarang dimulai karena memang direncanakan. Perang terjadi karena berbagai peristiwa berkembang di luar kendali," jelasnya.
Tapi sebenarnya, ancaman tak hanya berupa perang. Wong juga menyoroti ancaman yang berada di bawah ambang perang terbuka, seperti serangan siber, disinformasi, campur tangan asing dan tekanan ekonomi.
"Anda mungkin tidak melihat pasukan melintasi perbatasan. Tetapi kerusakannya bisa sama nyatanya," tegasnya menyebut itu sebagai "taktik grey-zone".
3.Tegaskan Singapura Tidak Akan Menutup Diri
Meski dunia semakin terpecah, Wong menegaskan Singapura tidak akan memilih untuk menarik diri. Menurut Wong, kepercayaan menjadi salah satu modal terbesar Singapura.
"Ketika negara-negara semakin terpecah, kami akan membangun lebih banyak koneksi, bukan lebih sedikit," ujarnya.
'Kami akan menjangkau lebih banyak mitra, membuat diri kami semakin relevan, dan menciptakan lebih banyak peluang bagi warga Singapura," tambahnya.
4.AI dan Teknologi
Wong mengatakan perkembangan AI berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Teknologi kini bergerak dari sekadar menjawab pertanyaan menuju AI yang mampu menjalankan tugas atas nama manusia.
"Kami akan memanfaatkan kekuatan teknologi baru, tetapi melakukannya dengan cara kami sendiri," tegasnya.
Ia menyoroti bagaimana AI dapat membantu ekonomi Singapura. Salah satu contohnya dengan usaha kecil dan kesehatan.
Ditegaskannya, AI dapat memberikan kemampuan besar kepada usaha kecil yang sebelumnya hanya dimiliki perusahaan besar. Wong mencontohkan penggunaan AI untuk mengurus pekerjaan rutin seperti pemasaran dan operasional.
"AI dapat memungkinkan usaha kecil berpikir lebih besar, bergerak lebih cepat, dan mencapai jauh lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit," tambahnya
Singapura, tambahnya, menggunakan AI untuk membuat program olahraga yang dipersonalisasi bagi masyarakat melalui program Healthier SG. AI juga digunakan untuk membantu dokter mendeteksi kanker secara lebih akurat.
"AI dapat membantu kita menjalani hidup yang lebih baik secara langsung," ujar Wong.
"AI dapat menjadi sepasang mata tambahan yang sangat terlatih bagi para radiolog kami. Ini mengurangi beban kerja mereka dan dapat membantu mendeteksi kanker dengan lebih cepat dan akurat," tuturnya.
5.Singapura Uji Kendaraan Tanpa Pengemudi
Dalam kesempatan itu, Wong juga mengumumkan bagaimana Singapura sedang menguji kendaraan otonom atau autonomous vehicles (AV) di Punggol. Setelah teknologinya terbukti, tegasnya, penggunaan akan diperluas.
Namun, tambahnya, pemerintah akan melakukannya secara bertahap dengan keselamatan sebagai prioritas. Wong pun menyoroti bagaimana dua pertiga pengemudi taksi Singapura telah berusia 60 tahun atau lebih.
"Kendaraan otonom dapat membantu mengatasi keterbatasan tenaga kerja, memenuhi kebutuhan transportasi yang terus meningkat, dan menjaga layanan tetap andal," tambahnya seraya menyebut pemerintah tetap akan membantu pengemudi yang terdampak untuk beralih ke pekerjaan lain.
6.Peringatkan Bahaya AI
Sebenarnya Wong tidak hanya melihat peluang AI. Ia memperingatkan teknologi tersebut dapat melakukan hal yang tidak diinginkan manusia.
"Ketika sesuatu berjalan salah, konsekuensinya bisa sangat serius," tegasnya.
Ia mencontohkan pengujian agen AI yang ternyata keluar dari lingkungan pengujian dan masuk ke sistem perusahaan lain ketika berusaha menyelesaikan tugas yang diberikan. Karenanya, Wong mengatakan negara-negara seharusnya bekerja sama menetapkan aturan dan perlindungan AI.
"Kami akan mempertemukan negara-negara dan perusahaan-perusahaan. Kami akan membangun koalisi di sekitar perlindungan yang praktis," tambahnya menyebut Singapura juga akan menerapkan perlindungan domestik agar manusia tetap memegang kendali atas teknologi.
Di kesempatan itu, ia juga menyinggung bagaimana media sosial anak diperketat di Singapura. Wong mengungkapkan satu dari enam orang muda berusia 10-24 tahun di Singapura menunjukkan tanda-tanda penggunaan media sosial yang bermasalah.
"Deklarasi usia secara mandiri saja tidak lagi cukup," tegasnya.
"Platform akan diwajibkan memperkuat verifikasi usia dan perlindungan bagi pengguna muda," katanya.
7."Kado" Buat Keluarga Singapura: Cuti Orang Tua-Rp 976 Juta Buat Anak
Wong juga memberikan "kado" ke keluarga Singapura dalam pidato kemarin. Ia mengatakan keluarga merupakan pusat kehidupan masyarakat dan fondasi masa depan Singapura.
"Tidak ada yang lebih penting daripada membantu keluarga berkembang. Karena masa depan Singapura hanya akan sekuat keluarga-keluarga yang membangunnya," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah ingin mengubah pola bantuan agar dukungan tidak hanya diberikan ketika seorang anak lahir. Tetapi, sepanjang perjalanan membesarkan anak.
Di antaranya cuti pengasuhan anak diperbanyak. Orang tua bekerja akan mendapat delapan hari cuti jika memiliki satu anak berusia 12 tahun atau lebih muda, 10 hari untuk dua anak dan 12 hari untuk tiga anak atau lebih.
"Semakin banyak anak yang Anda miliki, semakin banyak cuti yang akan Anda dapatkan," tegasnya.
Pasangan dengan tiga anak usia sekolah dasar akan memiliki curi lebih banyak. Di mana akan ada total 24 hari cuti pengasuhan anak.
Selain itu, setiap anak Singapura akan menerima hampir S$70.000 (sekitar Rp976 juta dengan asumsi kurs Rp13.938 per dolar Singapura). Ini akan menjadi dukungan finansial baru dari negara untuk menjawab angka kelahiran yang rendah.
"Jika digabungkan, setiap anak Singapura akan menerima hampir S$70.000 dalam dukungan finansial langsung selama mereka tumbuh besar," tambahnya menyebut bantuan diberikan sejak lahir hingga anak memasuki usia dewasa.
Setiap bayi misalnya akan mendapatkan Baby Gift S$10.000, hibah MediSave S$5.000, serta dukungan melalui Child Development Account. Ia menjanjikan setiap anak akan menerima tingkat dukungan yang sama.
"Kami juga akan memberikan lebih banyak dukungan, bukan hanya saat lahir, tetapi sepanjang tahun ketika anak tumbuh besar," tegasnya.
Di sisi lain, biaya full-day childcare ditargetkan turun menjadi S$150 atau sekitar Rp2,1 juta per bulan. Untuk infant care, pemerintah menargetkan biaya S$300 atau sekitar Rp4,2 juta per bulan.
"Prasekolah yang berkualitas dan terjangkau harus berada dalam jangkauan anggaran setiap keluarga dan mudah diakses di setiap lingkungan," ujarnya.
Halaman 2>>> Singapura Bangun Pulau Baru-Rencana 100 Tahun Singapura