Kabut Asap Muncul Dekat Bandara, Lahan 8.900 Hektar Terbakar

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Sabtu, 22/08/2026 19:10 WIB
Foto: Ilustrasi (Dok. BPBD Kabupaten Bulungan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan seiring munculnya kabut asap di sekitar area bandara. Hingga saat ini, tercatat luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut telah mencapai 8.900 hektar.

Direktur Koordinasi Penanganan Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengungkapkan bahwa sekitar 9.800 personel gabungan telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan lahan. Dia menegaskan bahwa seluruh kekuatan baik satuan darat maupun udara telah disiagakan untuk mengantisipasi peningkatan titik api di beberapa titik lokasi.


"Di Kalimantan Selatan ada beberapa hotspot yang cukup tinggi khususnya berada di Ring 1 yang mendekati bandara: Kota Banjar, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut," katanya dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (22/8/2026).

Titik api di wilayah Ring 1 tersebut menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada visibilitas dan operasional transportasi udara di Bandara Syamsudin Noor. Pihaknya mengoperasikan 9 unit helikopter yang difungsikan untuk patroli udara, operasi modifikasi cuaca (OMC), serta pemboman air.

"Terjadinya peningkatan di wilayah Kalimantan Selatan ini terhitung mulai tanggal 21 sudah diatensi oleh satuan darat maupun satuan udara untuk memadamkan lokasi-lokasi yang apinya sudah cenderung meningkat," imbuhnya.

Personel darat yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan berupaya melakukan penyekatan agar api tidak semakin meluas ke wilayah hutan lindung maupun pemukiman warga. Pihaknya juga sedang memetakan pemanfaatan bandara alternatif di Tabalong untuk mempercepat mobilisasi unit pemadam jika terjadi eskalasi kebakaran.

"Selanjutnya dari bombing yang tergelar di Kalimantan Selatan juga akan kita mapping mendekati daerah Tabalong, Tanjung di sana ada bandara Pertamina dulunya mungkin nanti untuk memudahkan mobilisasi pemadaman dan tidak jauh dari Bandara Syamsudin Noor," paparnya.

Dengan begitu, Djohan mengingatkan seluruh tim untuk tetap melakukan pendinginan meskipun laporan di lapangan menunjukkan adanya penurunan intensitas api. Hal itu dilakukan untuk memastikan titik panas benar-benar padam dan tidak muncul kembali akibat embusan angin.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Korban Meninggal Dunia Gempa NTT Bertambah Menjadi 68 Jiwa