MARKET DATA

Airlangga Buka Suara Soal Kebakaran Hutan Kalimantan

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
21 August 2026 15:42
BPBD bersama tim gabungan berusaha memadamkan karhutla di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (18/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Bulungan)
Foto: BPBD bersama tim gabungan berusaha memadamkan karhutla di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (18/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Bulungan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan perlunya penanggulangan terhadap bencana kebakaran hutan di Kalimantan. Pasalnya, bencana ini berisiko mempengaruhi kehidupan dan perekonomian masyarakat setempat.

"Dampak perekonomian di wilayah tersebut ya, karena kegiatan ekonomi kan terganggu. Plus ya perlu ada penanggulangan terhadap Karhutla tersebut," ujar Airlangga saat ditemui pewarta di kantornya, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Adapun, Airlangga melihat Karhulta ini dipicu oleh efek El-Nino.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab kemunculan titik-titik karhutla.

Titik karhutla terjadi salah satunya karena kondisi iklim yang begitu kering efek dari El Niño. Kondisi iklim kering ini lantas membuat lahan mudah dibakar dan menimbulkan banyak asap.

"Kondisi iklim kering menjadi kondisi, membuat lahan dibakar dan banyak asap," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, dikutip dari Detikcom.

Ardhasena juga menjelaskan hasil monitoring per Agustus 2026. Dalam monitoring tersebut, El Niño dalam intensitas yang sangat kuat.

"Hasil monitoring pada Dasarian I Agustus 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar +0.457 (Juli: +0.242). Sementara itu, nilai SSTA di region Nino3.4 secara dasarian (ENSO bulanan) adalah sebesar +2.77 (Juli: +2.20), yang menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat," jelasnya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa Satuan Tugas (Satgas) penanganan karhutla, baik tim darat maupun udara, terus berupaya memadamkan api di sejumlah provinsi terdampak.

"Namun demikian, sampai sekarang belum ada penutupan bandara akibat karhutla tersebut," ujar Berton dalam keterangan tertulis kepada CNBC Indonesia.

Seperti diketahui, pulau Kalimantan dipenuhi tanda lingkaran merah di aplikasi Google Maps. Titik merah dengan keterangan severe fire (kebakaran parah) tersebut tampak tersebar di berbagai wilayah Kalimantan, paling padat di Kalimantan Selatan.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia pada Kamis (20/8/2026), titik merah tersebut tersebar luas di seluruh wilayah Kalimantan, mulai dari Kalimantan Utara hingga Kalimantan Selatan.

Karhutla sendiri bukan isu baru di Indonesia. Rekam sejarah mencatat bencana ekologis ini telah berulang kali menghantam wilayah Sumatra dan Kalimantan, memicu kerugian ekonomi bernilai fantastis hingga krisis kesehatan lintas negara.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Penerbangan Dibatalkan-Kualitas Udara Memburuk Gegara Asap Karhutla RI


Most Popular
Features