Video: Listrik Panas Bumi RI Digeber, Laba Bersih PGE Tumbuh 15,48%
Jakarta, CNBC Indonesia- 2026 menjadi tahun yang menandai 100 tahun pengembangan energi panas bumi di Indonesia yang dimulai pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang pada tahun 1926
Sebagai negara yang memiliki potensi panas bumi yang terbesar di dunia hingga mencapai 24.000 Megawatt (MW), Indonesia disebut Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Fransetya Hutabarat sebagai 'center of excellence" geothermal. PGE terus mendorong peningkatan kapasitas PLTP yang terpasang hingga mencapai 1 Gigawatt (GW) di 2028 hingga dapat tumbuh ke 1,8 GW pada 2033.
Sejalan dengan peningkatan produksi dan keandalan operasional PLTP, bisnis panas bumi PGE mampu menghasilkan catatan kinerja keuangan yang solid yang pada Semester I-2026 berhasil mencatatkan laba bersih USD 79,605 juta atau tumbuh 15,48% (yoy) dengan pendapatan mencapai USD 235 juta atau tumbuh 14,7%.
Kinerja solid PGE ini didorong penguatan fundamental bisnis PGE sejalan dengan penguatan sinergi antar direktorat sehingga keandalan operasional dapat terjaga dengan baik. Lalu seperti apa komitmen PGE membangun dan pemanfaatan energi panas bumi? Bagaimana fundamental keuangan PGE menopang ekspansi bisnis panas bumi? Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini dengan Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Fransetya Hutabarat dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 20/08/2026)