Video

Video:Bos PGE & Strategi Manfaatkan Potensi 40% Panas Bumi Dunia di RI

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
20 August 2026 12:34

Jakarta, CNBC Indonesia- Dalam konvensi dan pameran internasional sektor energi panas bumi, IIGCE (Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition) tahun 2026, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani mengungkapkan pentingnya peran sektor panas bumi mendukung ketahanan energi dan transisi energi nasional.

Di tengah gejolak geoplitik global dan situasi krisis yang tidak menentu, RI memastikan daya tahan sektor energi nasional tetap kuat namun dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan daya tahan energi dalam negeri melalui pengembangan energi baru dan terbarukan (EBt) salah satunya sektor panas bumi atau geothermal.

Indonesia memiliki potensi 40% potensi geothermal dunia ada di Indonesia atau hampir mencapai 24.000 Megawatt sehingga menjadi peluang RI untuk memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) guna mempercepat transisi energi dan kemandirian energi.

Indonesia yang saat ini baru memanfaatkan potensi Geothermal sebesar 11% memerlukan upaya untuk mengakselerasi PLTP melalui penciptaan iklim bisnis panas bumi semakin 'feasible' dan 'bankable'. Saat ini PGE menargetkan peningkatan kapasitas listrik panas bumi hingga 1,8 GW di tahun 2034 sekaligus menggali peluang bisnis baru dari rantai pasok panas bumi, salah satunya lewat proyek green hydrogen serta pengembangan kopi Canaya dan industri hijau.

PGE juga menargetkan proyek panas bumi dapat memberi dampak positif bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan menumbuhkan ekonomi sekitar. PGE turut menggali peluang bisnis baru dari rantai pasok panas bumi, salah satunya lewat proyek green hydrogen

Seperti apa strategi pengembangan panas bumi PGE? Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini dengan Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Ahmad Yani dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 20/08/2026)


Bagikan:

Loading...
Loading...
Loading...