Purbaya Siapkan Rp31 T Buat Angkat PPPK Paruh Waktu jadi Penuh Waktu
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 31 triliun untuk pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu menjadi penuh waktu.
"Kalau untuk PPPK yang paruh waktu menjadi penuh waktu pegawai pemerintah pusat, itu anggarannya sekitar Rp31 triliun, kita sudah siapkan," kata Purbaya saat ditemui di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Purbaya memastikan, alokasi itu telah disiapkan dalam rancangan APBN 2027 yang hingga kini masih dibahas bersama DPR. Termasuk alokasi untuk proses pengadaan CPNS untuk PPPK penuh waktu yang ingin menjadi PNS.
Ia pun menekankan bahwa kebijakan pengangkatan dan seleksi CPNS pada 2027 itu tidak akan membuat beban tambahan signifikan bagi APBN dengan potensi defisit yang terjaga di kisaran target pemerintah 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB).
"Nambah anggaran, tapi sudah terkendali, kita bisa realokasi dari tahun depan. Jadi anggaran defisitnya enggak berubah. Jadi cukup aman, masih 2,4%," tegas Purbaya.
Purbaya mengatakan, proses pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu itu akan dilakukan secara bertahap selama 3 tahun. Jumlahnya akan mencapai 500 ribu PPPK paruh waktu khusus untuk guru.
"541 ribu kalau nggak salah secara bertahap. Jadi itu kita harapkan memberi kepastian kepada para guru pekerja PPPK. Jadi enggak usah khawatir lagi ke depan," tegas Purbaya.
Sebelumnya, Pemerintah dan DPR sepakat untuk mengangkat guru yang berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu, menjadi PPPK paruh waktu mulai 2027.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, seusai rapat antara pimpinan DPR dengan sejumlah menteri terkait, Selasa (18/8/2026), di Gedung DPR, Jakarta.
"Untuk PPPK paruh waktu akan diberikan kesempatan untuk menjadi PPPK penuh waktu yang akan dilakukan di tahun 2027," kata Rini, dikutip Rabu (19/8/2026).
Rini menegaskan, hingga kini, tercatat ada 231.246 guru PPPK paruh waktu, dari total PPPK guru sebanyak 955.245 orang. Jumlah itu kata dia akan menambal total kebutuhan guru sebanyak 526.689 orang.
"Kebetulan pada saat ini ada proyeksi pemenuhan kebutuhan untuk guru nasional itu sebanyak 526.689 formasi yang tentu saja terdiri dari Kementerian Agama, Kementerian Dikdasmen, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Garuda," tutur Rini.
Adapun bagi para guru yang ingin alih status menjadi PNS, Rini mengatakan juga dibuka peluangnya pada 2027. Namun, prosesnya akan melalui tahapan seleksi, bukan pengangkatan otomatis.
"Akan diberikan kesempatan PPPK guru untuk ikut seleksi PNS yang akan diperkirakan pendaftaran di awal 2027," ujar Rini.
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]