Internasional

Bankir Senior Bank Besar Ini Dipecat Usai Kritik Ekonomi Negara

tfa, CNBC Indonesia
Selasa, 18/08/2026 13:15 WIB
Foto: Supermoon terbenam di belakang Kremlin di Moskow, Rusia, 5 November 2025. (REUTERS/Marina Lystseva)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bankir senior Rusia Andrei Klepach dipecat dari bank pembangunan milik negara VEB setelah menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi ekonomi Rusia di tengah perang Ukraina. Ia memperingatkan Moskow tidak akan memenangkan perang ekonomi berkepanjangan jika tekanan terhadap negara terus meningkat.

Klepach, yang menjabat sebagai kepala ekonom VEB sejak 2014, diberhentikan beberapa hari setelah pidatonya kepada sesama ekonom pada Mei lalu diberitakan media Rusia. Dalam pidato tersebut, ia menyebut Rusia "tertinggal" dari China dan Amerika Serikat, bahkan "dalam beberapa aspek, Ukraina".

Klepach juga memperingatkan tekanan ekonomi akibat perang berpotensi memicu "krisis sosial" yang dapat meledak "saat tidak ada seorang pun yang menduganya". Ia menilai anggapan bahwa ekonomi Ukraina akan segera runtuh merupakan sebuah ilusi.


"Kita tidak akan memenangkan persaingan ini dalam perang yang menguras tenaga dan sumber daya melawan Ukraina," ujar Klepach, seperti dikutip The Guardian, Senin (18/8/2026).

Menurut dia, Rusia keliru jika menganggap ekonomi Ukraina akan segera kolaps karena pada kenyataannya "tidak runtuh, dan tidak akan runtuh", sementara biaya yang harus ditanggung Moskow terus meningkat.

Pernyataan tersebut menjadi pengakuan langka dari ekonom senior Rusia mengenai tekanan yang membebani perekonomian negara. Pandangan Klepach juga bertolak belakang dengan klaim Presiden Vladimir Putin bahwa Rusia mampu menghadapi tekanan ekonomi akibat perang dan bahwa kehancuran ekonomi Ukraina hanya tinggal menunggu waktu.

VEB tidak mengungkap alasan resmi pemecatan Klepach. Namun, seorang sumber yang mengenalnya mengatakan kepada Vedomosti bahwa kepergiannya berkaitan dengan "penilaian pribadinya yang keras terhadap perkembangan ekonomi dan politik negara" yang dinilai tidak dapat sejalan dengan posisi perusahaan.

Media independen The Bell juga melaporkan, mengutip sejumlah sumber, bahwa pemecatan tersebut diperintahkan Kremlin dan berkaitan langsung dengan pidatonya pada Mei.

Pemecatan itu terjadi ketika ekonomi Rusia menghadapi tekanan berat akibat belanja perang, sanksi Barat, serta serangan Ukraina terhadap sektor energi. Dalam empat bulan pertama 2026, defisit anggaran Rusia mencapai 5,87 triliun rubel atau sekitar US$81 miliar (Rp1.441,8 triliun), jauh di atas target defisit 3,79 triliun rubel untuk sepanjang tahun.

Mantan penasihat bank sentral Rusia Alexandra Prokopenko menyebut Klepach sebagai salah satu ekonom makro terbaik Rusia.

"Pemberhentian Klepach kemungkinan besar tidak akan menunda krisis yang sudah di depan mata," ujar Prokopenko, seraya menilai proyeksi Klepach lebih banyak didasarkan pada kondisi nyata ketimbang keinginan untuk menyenangkan pemerintah.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Korsel Kirim Belasungkawa Untuk Korban Gempa NTT