Pemerintah Mau Turunkan Subsidi BBM, Purbaya Ungkap Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam Pidato Presiden di Rapat Paripurna DPR dalam rangka Penyampaian RUU APBN 2027, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan.
Adapun subsidi BBM itu termasuk dalam anggaran perlindungan sosial (perlinsos) yang dirancang sebesar Rp 549,9 triliun pada APBN 2027. Selain subsidi BBM, anggaran perlinsos juga digunakan untuk beragam program bantuan sosial di sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan subsidi BBM turun dengan asumsi harga minyak mentah RI (ICP) menjadi US$75/barel, turun dibandingkan saat ini US$83/barel.
"Jadi itu otomatis. Kalau volumenya naik sedikit pun, kalau harganya turun segitu, ya subsidinya cenderung turun," kata Purbaya pada Jumat (14/8) kemarin.
Ia menekankan pengurangan subsidi BBM tidak ada kaitannya dengan rencana pemerintah mengatur Pertalite agar lebih tepat sasaran. "Bukan pembatasan [Pertalite] ya. Yang Desil 10, orang-orang kaya itu enggak berhak beli [Pertalite] itu ya," kata Purbaya.
Sebelumnya, Prabowo mengatakan rencana pengurangan subsidi BBM akan dibarengi dengan peluncuran ekosistem motor listrik nasional. Ia mengumumkan akan memberikan insentif untuk satu juta motor listrik yang diproduksi dalam negeri oleh pengusaha lokal.
"Subsidi BBM harus kita kurangi secara signifikan. Untuk itu, Pemerintah yang saya pimpin kemarin telah meluncurkan ekosistem motor listrik nasional," kata Prabowo.
Kebijakan insentif satu juta motor listrik mempunyai tiga tujuan sekaligus: menurunkan biaya kendaraan bagi rakyat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, dan membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purna jualnya.
(fab/fab)