Prabowo Bidik PDB Indonesia Rp 27.987 Triliun pada RAPBN 2027
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan di RAPBN 2027, Indonesia mengasumsikan besar PDB mencapai Rp 27.987 triliun. Jika pembiayaan sebesar Rp 671,2 triliun, maka defisit APBN sebesar 2,40% terhadap PDB.
Prabowo menyadari bahwa jika PDB kita lebih besar, maka defisit kita lebih kecil.
"Di RAPBN 2027, kita mengasumsikan besar PDB kita mencapai Rp 27.987 triliun," kata Prabowo, dalam Rangka Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, Jumat (14/8/2026).
Adapun, dalam asumsi makro APBN 2026, PDB RI di kisaran Rp25.714 triliun dengan defisit 2,68%. Dengan demikian, target pertumbuhannya mencapai 8.83% pada tahun depan.
Untuk memperkuat asumsi ini, dia meminta agar masyarakat Indonesia ikut serata dalam Sensus Ekonomi 2026. Dia pun meminta agar semua masyarakat mengisi dengan jujur dan seksama.
Pasalnya, data yang dikumpulkan BPS dari sensus ekonomi tidak akan digunakan untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi yang dilaporkan. Melainkan, untuk keperluan penyusunan anggaran dan kebijakan pemerintah.
"Data dari sensus ekonomi akan digunakan untuk kita bisa lebih tepat menyusun kebijakan dan anggaran," ujarnya.
Selain itu, pembaharuan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN juga akan kita lakukan dari hasil sensus ekonomi tahun 2026 ini.
"Karena itu sensus ekonomi ini sangat penting," tegasnya.
(haa/haa)