MARKET DATA
Internasional

Kereta Anjlok & Terguling, 18 Penumpang Jadi Korban-Ratusan Dievakuasi

luc,  CNBC Indonesia
14 August 2026 14:41
Sebuah kereta penumpang tergelincir di dekat Lewes di Inggris tenggara, Kamis (13/8/2026). (Tangkapan Layar Video/REUTERS)
Foto: (Tangkapan Layar Video/REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sedikitnya 18 orang terluka, termasuk dua orang dalam kondisi serius, setelah sebuah kereta penumpang anjlok di wilayah selatan Inggris pada Kamis (13/8/2026). Insiden itu menyebabkan sejumlah gerbong terguling ke samping dan membuat penumpang sempat terjebak di dalam kereta.

Layanan Ambulans Pantai Tenggara Inggris (South East Coast Ambulance Service) menyatakan dua korban mengalami luka serius, sementara 16 lainnya yang mengalami luka lebih ringan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Tim ambulans, pemadam kebakaran, dan kepolisian dikerahkan dalam jumlah besar ke lokasi kecelakaan di dekat Lewes, East Sussex, sekitar 72 kilometer di selatan London.

Asisten Kepala Kepolisian Transportasi Inggris (British Transport Police) Ian Drummond-Smith mengatakan pihaknya telah menetapkan insiden tersebut sebagai keadaan darurat besar.

"Kami telah menetapkan ini sebagai insiden besar dan respons darurat yang signifikan masih berlangsung di lokasi kejadian," ujar Drummond-Smith, dilansir CNN International.

Rekaman video udara menunjukkan puluhan petugas penyelamat bekerja di sekitar kereta yang anjlok. Kendaraan darurat memenuhi area sekitar lokasi, sementara tiga ambulans udara terlihat berada di dekat tempat kejadian.

Drummond-Smith menambahkan seluruh penumpang kini telah berhasil dievakuasi dengan selamat dari kereta tersebut. Saat kecelakaan terjadi, sekitar 150 orang berada di dalam kereta.

Hingga kini belum diketahui penyebab pasti tiga gerbong terakhir dari layanan Southern Rail rute London Victoria-Eastbourne keluar dari rel.

Sejumlah foto yang beredar di media sosial memperlihatkan gerbong kereta dalam posisi terguling ke samping dengan beberapa orang berdiri di atas badan gerbong.

Penumpang yang tidak memerlukan perawatan rumah sakit dibawa ke pusat komunitas terdekat untuk mendapatkan dukungan tambahan.

Salah satu penumpang, Yana Ludwig (56), warga Amerika Serikat, menggambarkan kecelakaan tersebut sebagai pengalaman yang sangat menakutkan.

"Terdengar suara benturan keras. Semuanya langsung terbalik," kata Ludwig yang sedang melakukan perjalanan dari London menuju Lewes, seperti dikutip kantor berita PA Media.

Ia mengatakan proses tergulingnya gerbong terasa sangat lama meski kemungkinan hanya berlangsung sekitar 10 detik.

"Rasanya seperti berlangsung sangat lama, tetapi mungkin hanya sekitar 10 detik sebelum gerbong benar-benar jatuh ke samping," ujarnya.

Ludwig mengaku tubuhnya sempat tertimpa penumpang lain saat kereta terguling. "Saya cukup banyak mengalami memar," katanya.

Menurut Ludwig, para penumpang saling memeriksa kondisi satu sama lain sambil menunggu tim penyelamat tiba.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan East Sussex mengatakan pihaknya bekerja sama dengan layanan darurat lainnya di lokasi dan meminta masyarakat menghindari area tersebut.

"Kami mengerahkan sepuluh mobil pemadam, satu unit dukungan komando, tim penyelamat teknis, para petugas, dan sumber daya lainnya ke lokasi kejadian," kata lembaga tersebut.

"Kami membantu menjangkau para penumpang dan mendukung layanan darurat lainnya."

Menteri Transportasi Inggris Heidi Alexander mengaku sangat prihatin dengan laporan kecelakaan tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada petugas yang menangani situasi di lapangan.

Ia menambahkan pemerintah tengah bekerja sama dengan industri perkeretaapian dan mitra lokal untuk membantu para penumpang.

"Kami bekerja cepat bersama industri perkeretaapian dan para mitra lokal untuk membantu para penumpang," katanya.

Badan Investigasi Kecelakaan Kereta Inggris (Rail Accident Investigation Branch/RAIB) menyatakan telah mengirim tim inspektur ke lokasi untuk mulai mengumpulkan bukti.

Direktur Rute Sussex di Network Rail, Lucy McAuliffe, mengatakan jalur kereta antara Haywards Heath dan Lewes kemungkinan akan tetap ditutup untuk sementara waktu selama tim spesialis melakukan pemeriksaan.

"Saya memahami bahwa masyarakat memiliki banyak pertanyaan mengenai apa yang terjadi hari ini," kata McAuliffe.

"Saya ingin meyakinkan semua pihak bahwa kami bekerja sama erat dengan Rail Accident Investigation Branch yang berada di lokasi untuk mengetahui secara pasti apa yang telah terjadi."

Ia menegaskan bahwa saat ini masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan.

Kecelakaan tersebut terjadi ketika Inggris sedang dilanda gelombang panas. Sejumlah layanan kereta dibatalkan dan sebagian lainnya beroperasi dengan kecepatan lebih rendah akibat suhu ekstrem.

Di beberapa wilayah Inggris selatan, suhu mencapai 35 derajat Celsius pada Kamis.

Network Rail sebelumnya telah memperingatkan bahwa suhu tinggi dapat menyebabkan rel kereta memuai dan berpotensi melengkung.

"Ketika baja menjadi panas, baja akan memuai. Jika tidak ada ruang bagi rel untuk memuai, rel bisa melengkung dan kami harus menutup jalur untuk memperbaikinya sebelum kereta dapat kembali beroperasi," kata Network Rail dalam pernyataan di situs resminya.

Serikat pekerja transportasi TSSA juga menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut.

"Dengan banyaknya penumpang yang terlibat, keselamatan dan kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas utama. Kami berterima kasih kepada seluruh layanan darurat dan petugas perkeretaapian yang merespons di lokasi dan menunggu informasi lebih lanjut," kata serikat tersebut.

Operator kereta Southern Rail mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan karena seluruh jalur yang melintasi Stasiun Lewes ditutup.

Penutupan dilakukan agar tim darurat, insinyur perkeretaapian, dan tenaga spesialis lainnya dapat menilai situasi serta memastikan jalur kereta aman digunakan kembali.

Insiden ini menjadi kecelakaan kereta serius kedua di Inggris dalam dua bulan terakhir. Pada Juni lalu, dua kereta penumpang bertabrakan di wilayah tengah-selatan Inggris dekat kota Bedford, menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Imbas Kecelakaan di Stasiun Bekasi, Perjalanan KA Jarak Jauh Delay


Most Popular
Features