MARKET DATA
Internasional

Toyota Tarik 655 Ribu Camry di Pasaran, Ada Masalah Ganggu Keselamatan

tfa,  CNBC Indonesia
13 August 2026 16:35
Toyota Tarik 655 Ribu Camry di Pasaran, Ada Masalah Ganggu Keselamatan
Foto: Ilustrasi (CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Toyota menarik kembali sekitar 655.000 unit Camry secara global akibat masalah pada sistem tampilan instrumen yang dapat membuat sejumlah indikator keselamatan tidak berfungsi saat kendaraan dinyalakan.

Melansir Japan Today, Kamis (13/8/2026), penarikan kembali (recall) tersebut mencakup Camry yang dipasarkan di Amerika Utara, Timur Tengah, Asia, serta sejumlah negara lainnya. Sebagian besar unit terdampak berada di Amerika Serikat (AS), termasuk lebih dari 508.000 Camry Hybrid model tahun 2025-2026.

Berdasarkan dokumen National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), kendaraan yang terdampak menggunakan panel instrumen berukuran 7 inci atau sekitar 17,8 sentimeter. Layar tersebut berpotensi menjadi kosong atau mati ketika mesin dinyalakan, sehingga lampu sein dan lampu darurat (hazard) bisa tidak aktif.

Selain indikator tersebut, sejumlah fitur peringatan lain juga berpotensi terganggu. Termasuk pengingat penggunaan sabuk pengaman dan bunyi peringatan ketika kunci masih tertinggal di kontak.

NHTSA memperingatkan kondisi ini dapat "meningkatkan risiko kecelakaan" karena pengemudi mungkin tidak melihat informasi penting. Sementara pengguna jalan lain juga dapat kesulitan mengetahui niat kendaraan untuk berbelok atau memberi tanda bahaya.

Toyota Motor North America, anak usaha Toyota yang berbasis di Texas, akan menghubungi pemilik kendaraan yang terdampak untuk membawa mobil mereka ke dealer resmi. Perbaikan akan dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak secara gratis.

Surat pemberitahuan kepada pemilik Camry terdampak di AS dijadwalkan mulai dikirim pada 21 September dan ditargetkan selesai pada awal Oktober. Pemilik juga dapat mengecek status recall kendaraan mereka melalui layanan pengecekan daring milik NHTSA dan Toyota.

Toyota menyatakan 655.000 unit Camry yang terdampak secara global diproduksi antara Desember 2023 hingga Juli 2026. Kendaraan tersebut dibuat di tiga pabrik yang berada di Amerika Serikat, Jepang, dan Thailand.

(tfa/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Video : Toyota Optimistis Pasar Otomotif Nasional Kembali Berakseleras


Most Popular
Features