Harga Sawit RI Dimanipulasi, Prabowo: Jual Rp15.000, di Eropa Rp27.000

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Jumat, 14/08/2026 11:14 WIB
Foto: (REUTERS/Stringer)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto lagi-lagi mengungkap dugaan praktik under invoicing atau pelaporan nilai ekspor di bawah harga sebenarnya yang terjadi pada komoditas kelapa sawit. Menurutnya, praktik tersebut telah membuat Indonesia kehilangan potensi devisa dalam jumlah sangat besar selama bertahun-tahun.

Prabowo lagi-lagi menyoroti adanya perbedaan mencolok antara harga ekspor yang tercatat dari Indonesia dengan harga jual komoditas tersebut di pasar internasional. Ia menyebut harga kelapa sawit yang dilaporkan saat keluar dari Indonesia berkisar RpRp15.000 per kilogram, sementara harga yang diterima di pasar tujuan bisa mencapai Rp27.000 per kilogram.

"Sebelumnya minyak mentah sawit Indonesia dijual di pelabuhan Indonesia, dijual sekitar Rp15.000 per kilogram sementara harga di bursa Rotterdam Belanda harganya Rp27.000 per kilogram padahal satu hektare di Belanda tidak ada kebun kelapa sawit," ungkap Prabowo di Gedung MPR/DPR Jakarta, Jumat (14/8/2026).


Menurut Prabowo, selisih harga yang mencapai hampir 50% tersebut tidak dinikmati negara, melainkan mengalir kepada pihak-pihak tertentu melalui berbagai praktik perdagangan yang tidak transparan.

"Artinya kita hilang 50% nilai komoditas kita," ujarnya.

Oleh karena itu, untuk mengatasi persoalan tersebut pemerintah tengah menyiapkan sistem tata kelola ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), entitas baru di bawah Danantara yang akan berfungsi mengawasi transaksi ekspor komoditas strategis.

"Karena itu pada tanggal 20 Mei 2026 Hari Kebangkitan Nasional kita di aula terhormat ini di hadapan majelis terhormat ini saya telah umumkan pembentukan PT DSI ini sebagai pintu tunggal prosesing ekspor komoditas milik Indonesia," tegas Prabowo.


(wur/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Lapor Pak Prabowo! Petani Sawit Belum Rasakan Manfaat B50