MARKET DATA

MPR Serukan Penghentian Perang di Timur Tengah & Belahan Dunia Lainnya

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
14 August 2026 09:33
Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam Rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (Tangkapan layar youtube Setpres RI)
Foto: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Ahmad Muzani menyampaikan pidato pengantar dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Majelis Musyawaratan Rakyat (MPR) menyerukan penghentian perang di Timur Tengah dan di belahan dunia lainnya. Seruan itu disampaikan Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaikan pidato pengantar dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).



"Kedaulatan adalah kemampuan bangsa untuk menentukan jalannya sendiri, menjaga wilayahnya, melindungi rakyatnya, mengelola kekayaannya, serta mengambil sikap berdasarkan kepentingan nasional dan prinsip yang diyakininya," ujarnya.

Menurut Muzani, konstitusi telah memberikan arah yang jelas di mana Indonesia berkewajiban ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Oleh karena itu, politik luar negeri bebas aktif berarti bebas menentukan pendirian berdasarkan kepentingan nasional, tidak berpihak kepada salah satu blok manapun.

"Indonesia harus tetap konsisten menolak perang sebagai cara menyelesaikan perselisihan antarnegara. Dalam bahasa yang sederhana sering disampaikan Presiden Prabowo Subianto, 1.000 kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak," kata Muzani.

Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya itu bilang serangan terhadap negara yang berdaulat tidak dapat dibenarkan. Kedaulatan wilayah dan kemerdekaan politik warga wajib dihormati. Tidak boleh ada negara manapun yang merasa berhak untuk menentukan nasib bangsa lain.

"Karena itu, melalui mimbar yang terhormat ini, kami menyerukan penghentian perang di kawasan Timur Tengah dan di belahan dunia lainnya," ujar Muzani.

Lebih lanjut, dia mengatakan, karena mengutamakan diplomasi sebagai jalan untuk membicarakan semua perbedaan, Indonesia tidak boleh kehilangan kata-kata dan kesabaran untuk mencari jalan perdamaian melalui meja perundingan. Perdamaian adalah keberanian untuk menahan diri kesediaan mendengar dan kemampuan menempatkan kehidupan manusia di atas ambisi kekuasaan.

"Dunia tidak membtuhkan perang, dunia membutuhkan keberanian untuk berdamai," kata Muzani.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Siaga Perang Arab Makin Menggila, Yaman Gabung ke Saudi Hajar Houthi


Most Popular
Features