Negara Ini Incar Emas Rp64 T di Inggris Buat Bangun Kembali Negerinya
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Venezuela berencana mengandalkan cadangan emas yang tersimpan di bank sentral Inggris, Bank of England, untuk membantu membiayai upaya rekonstruksi negara tersebut. Rencana itu muncul ketika inflasi Venezuela melonjak dan negara tersebut masih menghadapi dampak gempa bumi dahsyat.
Mengutip Reuters, Jumat (14/8/2026), Kepala Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan pemerintah akan memprioritaskan pembangunan kembali rumah warga, fasilitas kesehatan, pasokan listrik, serta pembersihan puing-puing. Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah juga akan berupaya mendapatkan kembali aset internasional Venezuela yang tersimpan di Bank of England.
Cadangan tersebut terdiri dari sekitar 31 ton emas, dengan nilai diperkirakan mencapai US$4 miliar (sekitar Rp71,5 triliun), jika menggunakan asumsi kurs Rp17.880 per dolar AS. Bank of England selama bertahun-tahun menolak mencairkan sebagian emas Venezuela tersebut karena tidak mengakui pemerintahan Presiden Nicolas Maduro sebagai pemerintahan yang sah.
Emas Venezuela itu telah menjadi objek sengketa hukum yang panjang di pengadilan Inggris. Cadangan tersebut tetap belum dicairkan meskipun Maduro ditangkap oleh Amerika Serikat (AS) pada Januari lalu dan penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez telah meminta bantuan Raja Charles.
Inflasi Venezuela Melonjak
Rencana penggunaan emas tersebut datang ketika Venezuela menghadapi lonjakan inflasi. Bank sentral Venezuela mencatat inflasi bulanan mencapai 19,9% pada Juli 2026, naik tajam dari 13,8% pada bulan sebelumnya.
Bank sentral mengatakan gempa bumi turut mendorong kenaikan harga karena bencana tersebut mengganggu distribusi barang. Namun, otoritas moneter memperkirakan inflasi akan kembali menurun pada Agustus.
Berdasarkan perhitungan Reuters menggunakan data bank sentral, inflasi Venezuela secara tahunan telah mencapai 575,9% pada Juli. Kondisi tersebut semakin memperberat upaya pemerintah untuk memulihkan perekonomian, terutama setelah Venezuela dilanda dua gempa besar secara beruntun pada akhir Juni yang menewaskan lebih dari 6.000 orang.
Rodriguez mengatakan pemerintah dan parlemen telah sepakat memusatkan perhatian pada proyek-proyek rekonstruksi untuk memulihkan kehidupan masyarakat.
"Kami akan memusatkan upaya untuk mendorong pemulihan aset internasional Venezuela di Bank of England," ujar Rodriguez.
(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]