Ekonom Mandiri Ramal Ekonomi RI Kuartal III Tetap di Atas 5%
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 akan tetap terjaga dan tidak jauh berbeda dibandingkan capaian kuartal II-2026.
"Bayangan saya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III akan relatif sama dengan kuartal II," kata Andry kepada CNBC Indonesia, Kamis (13/8/2026).
Menurut Andry, terdapat sejumlah faktor yang berpotensi menopang pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini. Salah satunya adalah peningkatan kredit modal kerja yang mulai terlihat di sektor perbankan.
Ia menilai tren tersebut menjadi sinyal awal (early indicator) bahwa aktivitas dunia usaha mulai meningkat dan dapat memberikan dorongan bagi perekonomian pada kuartal III hingga kuartal IV.
"Saya rasa ini menjadi early indicator yang positif untuk kuartal III maupun kuartal IV. Yang paling penting, pemerintah juga sudah mengambil langkah awal untuk mendorong keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi ke depan akan semakin baik," ujarnya.
Namun, Andry menegaskan momentum tersebut harus diikuti dengan perbaikan iklim investasi dan konsistensi kebijakan. Menurutnya, kepastian regulasi menjadi faktor penting untuk menarik arus investasi, termasuk dari investor asing.
Selain investasi, konsumsi rumah tangga juga diperkirakan mendapat dorongan dari periode libur sekolah yang berlangsung pada kuartal III. Meski tidak memiliki momen konsumsi besar seperti Lebaran pada kuartal I atau Natal dan Tahun Baru pada kuartal IV, aktivitas masyarakat selama musim liburan dinilai tetap dapat menopang pertumbuhan ekonomi.
"Nah, ini yang kita harapkan juga bisa memberikan dampak positif terhadap PDB kuartal III," kata Andry.
Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah tetap perlu mewaspadai tekanan dari sisi biaya produksi yang berpotensi membebani daya beli masyarakat.
Menurutnya, risiko kenaikan biaya akibat harga energi, khususnya minyak mentah, perlu diantisipasi agar tidak menekan konsumsi rumah tangga, terutama pada periode yang minim sentimen musiman (festive season).
"Itu yang perlu diantisipasi pemerintah supaya daya beli masyarakat tetap terjaga pada kuartal-kuartal yang relatif sepi sentimen konsumsi," ujarnya.
Andry menilai menjaga daya beli tetap menjadi kunci agar konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia, dapat terus menopang ekspansi ekonomi hingga akhir tahun.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]