Ekonom Sebut 2 Sektor Ini Bisa Dongkrak Ekonomi RI

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Kamis, 13/08/2026 15:05 WIB
Foto: IHSG & Rupiah Kompak Menguat Hingga Harga Emas Anjlok Lebih 2%

Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengungkapkan bahwa ada dua sektor yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. Sektor tersebut yakni manufaktur dan perkebunan.

Menurut Asmoro kedua sektor tersebut sejauh ini belum tumbuh dengan maksimal. Sementara sektor lainnya seperti transportasi dan pergudangan tumbuh mencapai di atas 10% diikuti informasi dan komunikasi, jasa kesehatan, dan perdagangan.

"Namun sektor-sektor besar itu, manufaktur dan perkebunan, masih jauh di bawah dari pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap dia dalam Squawk Box CNBC Indonesia, Kamis (13/8/2026).


Asmoro menegaskan ketika sektor tersebut difokuskan, Indonesia dapat mengejar pertumbuhan ekonomi, lalu menciptakan lapangan pekerjaan, dan menjadi salah satu pendorong supply valuta asing di domestik.

"Jadi perlu kemudian kalau nanti misalnya tanya, apa yang kemudian jadi perlu dilakukan oleh pemerintah misalnya? Fokus kepada dua sektor itu saja, itu akan menjawab tiga hal," kata dia.

Ketika ekonomi nasional mencatat pertumbuhan signifikan, akan berdampak pada penguatan income per kapita. Dia mencontohkan di Singapura income per capita lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

"Jadi dengan income per capita yang tinggi, tentu saja akan membuka banyak economic creation. Dari sisi tabungan akan meningkat, dunia asuransi juga akan meningkat karena orang yang punya income per capita tinggi pasti punya keleluasaan untuk nabung, untuk investasi, untuk beli asuransi, untuk belanja," tutur Asmoro.

Dia menyebut bahwa kondisi perekonomian nasional selalu resilient dengan mempertahankan pertumbuhan di kisaran 5%. Menurut Asmoro ini merupakan pencapaian sebab banyak negara mencatat lonjakan yang relatif besar.

"Kalau dalam teori matematika ekonomi, ini sesuatu yang necessary condition. Indonesia memang karena house of consumption-nya juga relatif besar, porsi terhadap pertumbuhan, memang akan sangat wajar kita bisa bertahan di tengah Di atas 4 persenan," tegas dia.


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:

Pemerintah Genjot Investasi & Pariwisata Demi Pertumbuhan Ekonomi