MARKET DATA
Internasional

Dahsyat! SWF Norwegia Untung Rp 3.380 T dalam 6 Bulan

sef,  CNBC Indonesia
13 August 2026 15:00
Kantor Norges Bank Investment Management. (Dok. Norges Bank Investment Management)
Foto: Kantor Norges Bank Investment Management. (Dok. Norges Bank Investment Management)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dana Kekayaan Negara (SWF/Sovereign Wealth Fund) Norwegia, Norges Bank Investment Management (NBIM), mencatat laba rekor di semester pertama 2026 ini. Selama enam bulan pertama di tahun ini, NBIM mencatat keuntungan lebih dari US$184 miliar (Rp 3.380 triliun).

Kinerja tersebut didorong oleh reli saham teknologi Asia. Hal ini membantu NBIM mencatatkan imbal hasil sebesar 9,4%.

"Pertumbuhan ini didorong oleh imbal hasil yang baik di pasar saham, terutama dari saham-saham teknologi Asia," ktegas CEO NBIM Nicolai Tangen dalam pernyataan pada Rabu, dikutip CNBC International, Kamis (13/8/2026).

NBIM awalnya dibentuk pada 1990-an untuk menginvestasikan pendapatan Norwegia dari industri minyak dan gas. SWF yang saat ini bernilai sekitar US$2,34 triliun (Rp 41.354 triliun) itu berinvestasi di lebih dari 7.000 perusahaan di lebih dari 50 negara.

Lebih dari dua pertiga total portofolio adalah saham. Selain saham, NBIM juga berinvestasi pada instrumen pendapatan tetap, real estat, dan infrastruktur energi terbarukan.

Khusus saham, sekitar 40% portofolio NBIM terdiri dari saham Amerika Serikat. Kepemilikan terbesar berupa saham Nvidia, Apple, dan Microsoft.

Investasi di SpaceX

Laporan semester pertama NBIM mengungkap bahwa dana tersebut memiliki 0,05% saham SpaceX, dengan nilai lebih dari US$1,2 miliar. Porsi SpaceX tersebut memang jauh lebih kecil dibandingkan sejumlah investasi terbesar NBIM lainnya.

NBIM memiliki sekitar 1,3% saham Nvidia senilai US$61,8 miliar dan 1,2% saham Apple senilai US$52,7 miliar per 30 Juni. Investasi di SpaceX membuat NBIM menjadi investor besar pada dua perusahaan publik yang dipimpin Elon Musk.

Dana kekayaan itu juga memiliki sekitar 1% saham Tesla, yang nilainya dilaporkan mencapai sekitar US$15,7 miliar pada akhir semester pertama. Namun, hubungan Musk dengan NBIM selama ini tidak selalu berjalan mulus.

Pada 2024, NBIM memberikan suara menentang paket kompensasi bersejarah Musk senilai US$56 miliar dari Tesla. Belakangan dilaporkan bahwa Musk menolak undangan Tangen untuk menghadiri makan malam pribadi dan konferensi yang digelar NBIM di Oslo.

NBIM kemudian kembali memberikan suara menentang paket kompensasi Musk senilai US$1 triliun. Ini dilakukan dalam rapat umum pemegang saham Tesla pada akhir 2025.

"Kami menghargai nilai signifikan yang diciptakan di bawah kepemimpinan visioner Musk," kata NBIM saat itu.

Waspadai Gejolak Pasar

Sementara itu, dalam konferensi pers pada Rabu, Tangen menyoroti besarnya kontribusi sektor semikonduktor terhadap pertumbuhan dana tersebut pada semester pertama. Daftar tersebut mencakup Samsung, SK Hynix, TSMC, ASML, Intel, dan Nvidia.

"Chip, chip, chip, chip," kata Tangen sambil berdiri di depan grafik yang menunjukkan saham-saham dengan kinerja terbaik dalam portofolio NBIM.

Namun, seperti pasar saham global, dana tersebut juga menghadapi volatilitas. Investasi sahamnya turun 2,6% pada kuartal I 2026, ketika pasar dilanda kekhawatiran mengenai valuasi dan prospek kecerdasan buatan (AI), serta ketidakpastian akibat perang AS-Iran.

Pada kuartal II (Q2) 2026, kepemilikan saham NBIM kemudian melonjak 15,98%. Ini menghasilkan imbal hasil sebesar 12,95% untuk semester pertama.

Dalam pidatonya di konferensi politik Arendalsuka di Norwegia pada Selasa, Tangen menyebut (SWF) tersebut sebagai "celengan bagi seluruh Norwegia". Namun, ia mengingatkan bahwa Norwegia harus siap menghadapi naik-turunnya nilai dana tersebut.

"Apakah dana ini bisa hilang? Jawabannya adalah 'ya' - dan bagian terburuknya adalah, di dunia yang kita tinggali saat ini, hal itu cukup mungkin terjadi," kata Tangen.

"Tidak ada negara dalam sejarah yang berhasil mempertahankan kekayaan finansial dalam jumlah besar dalam jangka panjang. Kekayaan pada akhirnya selalu hilang," tegasnya.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Laba BREN Meroket 29%, Energi Hijau Jadi Mesin Pendorong


Most Popular
Features