MARKET DATA

Besok Prabowo Bakal Pidato Nota Keuangan & RAPBN 2027, Ini Bocorannya

Redaksi,  CNBC Indonesia
13 August 2026 14:10
Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan tahunannya, menjelang Hari Kemerdekaan negara ini, di Jakarta, Indonesia, 15 Agustus 2025. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana/Pool)
Foto: Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan tahunannya, menjelang Hari Kemerdekaan negara ini, di Jakarta, Indonesia, 15 Agustus 2025. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD pada 14 Agustus 2026.

Dalam sidang itu, Prabowo akan menyampaikan pidato terkait dengan penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPR ke-1 Tahun Sidang 2026-2027.

Sebelum sampai ke tahap itu, pemerintah dan DPR telah lebih dahulu menyepakati Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 yang menjadi pedoman penyusunan Rancangan APBN 2027.

Direktur Penyusunan APBN Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kemenkeu Rofyanto Kurniawan mengatakan, dalam kesepakatan KEM-PPKF antara pemerintah dan DPR target defisit APBN 2027 berada pada kisaran 1,8% hingga 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Meskipun kemarin defisitnya kita siapkan 1,8% sampai 2,4%, namun ini sepertinya bergerak di atas 1,8%," tegas Rofyanto dalam Konsultasi Publik RUU RUU APBN 2027, sebagaimana dikutip kembali pada Kamis (13/7/2026).

Sebagaimana diketahui, dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-23 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 pemerintah dan DPR telah resmi menyepakati hasil pembahasan pembicaraan pendahuluan rancangan awal APBN 2027. Kesepakatan ini meurpakan hasil yang dibawa dari pembahasan yang dilakukan antara pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Dalam kesepakatan awal, pemerintah dan Banggar DPR menyepakati sejumlah acuan awal dalam penyusunan RAPBN 2027, mulai dari asumsi ekonomi makro, target pembangunan, hingga postur makro fiskal.

Untuk asumsi ekonomi makro yang telah disepakati detialnya sebagai berikut:

1. Pertumbuhan Ekonomi: 5.8-6.5%

2. Laju Inflasi 1,5-3,5%

3. Nilai Tukar Rupiah Rp16.800 -17.500/US$

4. Tingkat Suku Bunga SBN 10 tahun 6,5-7,3%

5. Harga Minyak Mentah Indonesia US$70-95/Barel

6. Lifting Minyak Bumi 605-620 ribu barel per hari

7. Lifting Gas Bumi 951-990 ribu barel setara minyak

Sedangkan untuk target pembangunan tahun 2027 yang telah disepakati, sebagaimana berikut ini:

1. Tingkat Kemiskinan 6,0-6,5%

2. Tingkat Kemiskinan Ekstrem 0%

3. Rasio Gini 0,362-0,367

4. Tingkat Pengangguran Terbuka 4,3-4,87%

5. Indeks Modal Manusia 0,575

6. Indeks Kesejahteraan Petani 0,8038

7. Proporsi Penciptaan Lapangan Kerja Formal 40,81%

8. GNI per kapita US$5.800-5.840

9. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 76,84

Adapun untuk postur makro fiskal 2027 yang rancangan awalnya telah disepakati sebagai berikut:

1. Pendapatan negara 12,01-12,40% PDB

- perpajakan 10,16-10,50% PDB

- PNBP 1,85-1,89% PDB

- Hibah 0,002-0,003% PDB

2. Belanja negara 13,81-14,80% PDB

- Belanja pemerintah pusat 11,26-12,01% PDB

- Transfer ke daerah 2,55-2,79% PDB

3. Keseimbangan primer surplus 0,45% PDB sampai dengan defisit 0,14% PDB

4. Defisit 1,8-2,4% PDB

5. Pembiayaan investasi minus 0,50-0,90% PDB

6. Jumlah pinjaman terhadap PDB 40,31-40,64% PDB

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kisi-kisi RAPBN 2027: Defisit Melebar Karena Tambahan Belanja KL


Most Popular
Features