Suhu Tembus 36 Derajat Celcius

Pantas Panas Mendidih, BMKG Konfirmasi El Nino Saat Ini Sangat Kuat

Damiana, CNBC Indonesia
Kamis, 13/08/2026 11:55 WIB
Foto: Anomali suhu muka laut dasarian 1 Agustus 2026 yang dirilis pada Kamis, (13/8/2026). (Dok. BMKG)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi, indeks SSTA (Sea Surface Temperature Anomaly atau Anomali Suhu Permukaan Laut) saat ini menunjukkan sedang terjadinya El Nino dengan intensitas sangat kuat.

Dalam Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I Agustus 2026 yang dirilis BMKG hari ini, Kamis (13/8/2026), indeks SSTA di region Nino 3.4 secara dasarian (ENSO) bulanan adalah sebesar +2,77, naik dari posisi Juli 2026 yang ada di level +2,20.

Di saat bersamaan, hasil monitoring pada Dasarian I Agustus 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar +0,457, juga naik dari posisi Juli 2026 yang tercatat di level +0,242. Sebagai informasi, mengutip BMKG, kondisi IOD Positif akan akan menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia.


BMKG menjelaskan, nilai anomali suhu muka laut di wilayah Samudra Pasifik timur (Nino3.4) di atas +2°C mengindikasikan intensitas El Nino berada pada kategori kuat. Selain itu, anomali suhu muka laut di Samudra Hindia bagian barat dan timur (yang ditunjukkan oleh indeks Indian Ocean Dipole/IOD) juga masih pada rentang positif yang mengindikasikan suplai uap air cenderung bergerak dari Indonesia bagian barat menuju ke arah pesisir timur Afrika.

"BMKG memprediksi El Nino 2026 akan bertahan hingga awal 2027. IOD berpeluang tetap berada pada fase Positif setidaknya hingga akhir 2026," tulis BMKG.

"Kombinasi kondisi tersebut menyebabkan musim kemarau di wilayah Indonesia menjadi lebih kering dari normalnya," demikian mengutip rilis Potensi Hujan Sepekan BMKG untuk periode 11-17 Agustus 2026.

Hal itu, menurut BMKG, sejalan dengan prakiraan Dasarian II Agustus 2026, di mana curah hujan kategori rendah (<50mm/dasarian) diperkirakan mendominasi 95,62% wilayah Indonesia, sedangkan 4,38% lainnya berada pada kategori menengah. Hujan kategori rendah tersebut diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua.

Siaga Kekeringan

Karena itu, BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis, berlaku untuk Dasarian II Agustus 2026.

Berikut klasifikasi Peringatan Dini yang dirilis BMKG:

  • Waspada

Beberapa kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, Sumatra Selatan, Kep. Riau, Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan

  • Siaga

Beberapa kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara

  • Awas

Beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Hari Tanpa Hujan Ekstrem Panjang

BMKG memperingatkan, di tengah kondisi El Nino saat melanda saat musim kemarau seperti saat ini, hujan akan semakin jarang.

Terlihat dari tidak adanya peringatan BMKG untuk prediksi curah hujan tinggi di seluruh wilayah Indonesia.

Yang terjadi saat ini justru wilayah-wilayah di Indonesia kini mengalami hari tanpa hujan (HTH) pendek sampai ekstrem panjang.

"HTH terpanjang selama 100 hari, terjadi di pos hujan BPP. Pajangan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta," tulis BMKG.

Tercatat, jumlah wilayah mengalami hari tanpa hujan panjang saat ini ada 109 Titik, HTH Sangat Panjang di 1.691 Titik, dan HTH Ekstrem Panjang melanda 333 titik di Indonesia.

Suhu Maksimum Harian Kategori Tinggi

Sementara, mengutip unggahan akun Instagram resmi BMKG, berikut informasi Rekapitulasi Pengamatan Suhu Maksimum Harian di Indonesia:

Stamet Mutiara Sis-Al Jufri: 36,4 °C
Stageof Lampung Utara: 36,2°C
Stamet Kalimaru: 36.1°C
Stamet Tanjung Harapan: 36,0°C
Stamet Maritim Pontianak: 35,6°C
Stamet Tebelian: 35,6°C
Stamet Pangsuma: 35,5°C
Stamet Tanah Merah: 35,5°C
Stamet Nangapinoh: 35,3°C
Stamet Sanggu: 35,3°C.

Kondisi suhu yang mencapai 36°C (derajat Celcius) tersebut tergolong panas dan terik. BMKG mengimbau masyarakat siap siaga mengantisipasi dampak cuaca panas di musim kemarau seperti sekarang.

"Memasuki musim kemarau yang semakin mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat perlu mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering. BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna mengurangi paparan langsung sinar matahari serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan," demikian imbauan BMKG.

"Seiring menguatnya kondisi kering, masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. BMKG meminta masyarakat tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api (hotspot)," tegas BMKG.

BMKG konfirmasi terjadinya El Nino Sangat Kuat saat ini, Sumber: Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I Agustus 2026 yang dirilis BMKG pada 13 Agustus 2026. (Dok. BMKG) Foto: BMKG konfirmasi terjadinya El Nino Sangat Kuat saat ini, Sumber: Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I Agustus 2026 yang dirilis BMKG pada 13 Agustus 2026. (Dok. BMKG)


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Kepala BMKG Ingatkan Bahaya El Nino, Pernah Bikin Inflasi "Meledak"