MARKET DATA
Mindialogue 2026

Kisah RI Pangkas Produksi Nikel, Harga Langsung Melejit

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
13 August 2026 10:35
Dirjen Minerba, Kementerian ESDM RI, Tri Winarno saat menyampaikan pemaparan dalam Mindialogue dengan tema Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (CNBC Indo
Foto: Dirjen Minerba, Kementerian ESDM RI, Tri Winarno saat menyampaikan pemaparan dalam Mindialogue dengan tema “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa produksi nasional sangat memiliki dampak atas harga nikel di dunia. Adapun, pengurangan atau penambahan kapasitas produksi dalam jumlah besar dapat langsung memberikan dampak terhadap pergerakan harga nikel global.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, sensitivitas tersebut terlihat ketika terdapat penambahan produksi nikel dalam jumlah besar oleh salah satu perusahaan.

"Saya contohkan kemarin ada saya di-complain salah satu di sini nikel. Nikel itu begitu ada ngomong naik satu perusahaan naik 25 juta ton itu harga langsung turun 850 poin betul? Betapa sensitifnya harga terhadap produksi kita," ujar Tri dalam MINDialogue dengan tema Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan produksi nikel Indonesia memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga komoditas tersebut. Sebaliknya, ketika pemerintah mulai mengendalikan kapasitas produksi, harga nikel dapat mengalami kenaikan.

Sebagai contoh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel pada 2025 yang mencapai sekitar 415 juta ton. Pada saat volume produksi berada di kisaran tersebut, pergerakan harga relatif tidak menunjukkan persoalan berarti.

"Nah dari 400 ke 417 juta ton itu kayak seperti nggak ada masalah saja tetapi begitu kita umumkan bahwa kita akan melakukan pengelolaan terhadap kapasitas produksi harga nikel naik menjadi 18.000. Jadi sensitivitas itulah yang ini," katanya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Tok! Bahlil Umumkan Tarif Listrik Tak Naik


Most Popular
Features