Zulhas Cerita Pernah Ditawari George Soros Bantuan Buat RI US$50 Juta

haa, CNBC Indonesia
Kamis, 13/08/2026 08:15 WIB
Foto: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026). (Dok. BPMI Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan pengalaman saat menerima tawaran pendanaan dari investor global George Soros untuk mendukung program lingkungan hidup Indonesia. Saat itu, dirinya menjabat sebagai Menteri Kehutanan.

Menurut Zulhas, Soros datang langsung ke kantornya dan menawarkan dana sebesar US$50 juta sebagai dukungan terhadap program pengelolaan lingkungan. Saat itu, Soros juga diketahui menjabat sebagai Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pembiayaan perubahan iklim.

Zulhas menjelaskan, awalnya Indonesia menjalin kerja sama dengan Pemerintah Norwegia terkait pendanaan program lingkungan. Namun, proses pencairan dana menghadapi berbagai persyaratan yang dinilai cukup kompleks sehingga implementasinya tidak berjalan sesuai harapan.


"Sebelum Pak Raja Juli, saya juga pernah menjadi Menteri Kehutanan. Pertama kali saya menerima dana kerja sama dengan Norwegia. Uangnya sebenarnya sudah ada, tetapi persyaratannya rumit. Akhirnya ditalangi George Soros. George Soros datang ke kantor saya dan menaruh dana US$50 juta," kata Zulhas dalam acara Penandatanganan Perjanjian Penyaluran Dana Proyek RBP REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 untuk 10 Provinsi di Jakarta, dikutip dari Detikcom, Kamis (13/8/2026).

Meski demikian, Zulhas mengaku dana tersebut pada akhirnya tidak pernah digunakan hingga masa jabatannya sebagai Menteri Kehutanan berakhir.

Ia mengatakan kendala utama terletak pada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat memanfaatkan dana tersebut. Menurutnya, prosedur yang berlaku saat itu terlalu rumit sehingga dana tidak bisa segera disalurkan untuk mendukung program yang direncanakan.

"Tapi sampai saya berakhir sebagai Menteri Kehutanan, saya enggak bisa pakai karena syaratnya rumit. Jadi ini sudah lama sekali kejadiannya," ujarnya.

Pernyataan Zulhas disampaikan saat pemerintah kembali menegaskan komitmennya memperkuat pembiayaan perubahan iklim melalui penyaluran dana proyek Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF), yang menjadi salah satu instrumen pendanaan untuk mendukung penurunan emisi dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Indonesia.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Indonesia Bergabung Menjadi Negara Pendiri Organisasi AI