Mindialogue 2026

Ramai-Ramai Dunia Borong Emas, Bikin Harga Jadi Melejit

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Kamis, 13/08/2026 07:32 WIB
Foto: Ekonom Senior INDEF, Aviliani saat menyampaikan pemaparan dalam Mindialogue dengan tema “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonom Senior INDEF Aviliani menyebut berbagai negara berbondong-bondong membeli emas sebagai cadangan devisa. Bahkan pembelian emas dilakukan secara besar-besaran dan membuat harganya naik.

"Kita lihat negara yang borong emas, yang cadangan devisanya besar dan mata uangnya turun. Sekarang ini kita lihat kenapa harga emas naik karena mereka beli emas," ungkap dia dalam Mindialogue 2026, Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, adanya pembelian emas besar-besaran tersebut mengakibatkan harga emas dunia mengalami lonjakan. Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Selasa (11/8/2026) ditutup di posisi US$ 4366,84 per troy ons. Lalu pada Rabu (12/8/2026) pukul 06.46 WIB, harga emas menguat tipis 0,06% ke US$ 4369,78 per troy ons.


Dia menegaskan tak ada ketentuan jumlah cadangan devisa emas suatu negara, khususnya Indonesia. Sebab preferensi cadangan devisa Indonesia adalah mata uang dolar.

"Tapi kan kondisi ekonomi Amerika mulai melemah. Makanya orang mulai ke emas. Orang sudah mulai tak percaya ke emas dengan kebijakan liberalisasi ke proteksionisme," terang Aviliani.

Menurut dia, di tengah kenaikan harga emas tersebut, harga komoditas cenderung mengalami fluktuasi. Untuk itu yang perlu diantisipasi adalah harga komoditas.

"Cenderung kita harus antisipasi karena kalau sudah jadi komoditas cenderung nilai tambahnya akan besar. Harapan pemerintah terhadap hilirisasi kalaupun ada fluktuasi kita tidak akan terpengaruh," ungkap Aviliani.


(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:

Juli 2026, Cadev RI Tembus USD 145,3 Miliar