FOTO

Akhir Tahun, BBM Pertalite Bakal Dibatasi Buat Orang Kaya

CNBC Indonesia/Muhammad Sabki, CNBC Indonesia
Kamis, 13/08/2026 10:45 WIB

Pemerintah siapkan pembatasan Pertalite bagi masyarakat menengah atas. Kebijakan ditargetkan berlaku akhir 2026 agar subsidi BBM lebih tepat sasaran.

1/8 Sejumlah kendaraan roda empat mengisi bensin subsidi di Kawasan SPBU, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu, (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Sejumlah kendaraan roda empat mengisi bensin subsidi di Kawasan SPBU, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu, (12/8/2026). Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, khususnya Pertalite atau RON 90. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

2/8 Sejumlah kendaraan roda empat mengisi bensin subsidi di Kawasan SPBU, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu, (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Desil 9 merupakan kelompok masyarakat menengah atas, sedangkan desil 10 masuk kategori masyarakat kelas atas. Pantauan CNBC Indonesia di salah satu SPBU di Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu (12/8/2026), petugas masih melakukan pengecekan barcode sebelum melayani pengisian BBM subsidi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

3/8 Sejumlah kendaraan roda empat mengisi bensin subsidi di Kawasan SPBU, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu, (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Salah satu manajer SPBU Bojongsari, Feri, menyambut baik rencana pembatasan tersebut. Menurutnya, saat ini masih ditemukan kendaraan kelas menengah atas hingga mobil mewah yang mengisi Pertalite. "Bagus, saya dukung, soalnya beredar viral kecurangan mobil mewah seperti Alphard isi Pertalite dan barcode-nya juga ada," kata Feri kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

4/8 Sejumlah kendaraan roda empat mengisi bensin subsidi di Kawasan SPBU, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu, (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Adapun pengguna sepeda motor masih diperbolehkan membeli BBM Pertalite seperti biasa. Sementara pembatasan akan lebih diarahkan kepada kendaraan yang dinilai tidak layak menerima BBM subsidi, termasuk kendaraan mewah seperti BMW dan Mercedes-Benz. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

5/8 Sejumlah kendaraan roda empat mengisi bensin subsidi di Kawasan SPBU, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu, (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkapkan pembatasan pembelian Pertalite bagi kelompok masyarakat menengah atas ditargetkan mulai diterapkan pada akhir tahun ini. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

6/8 Sejumlah kendaraan roda empat mengisi bensin subsidi di Kawasan SPBU, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu, (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai pembatasan diperlukan karena perbedaan antara harga keekonomian BBM dengan harga jual yang dibayarkan masyarakat menjadi beban bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

7/8 Sejumlah kendaraan roda empat mengisi bensin subsidi di Kawasan SPBU, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu, (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Eddy menyebut harga asli Pertalite mencapai sekitar Rp16.100 per liter. Setelah mendapat subsidi, masyarakat saat ini membeli Pertalite dengan harga Rp10.000 per liter. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

8/8 Sejumlah kendaraan roda empat mengisi bensin subsidi di Kawasan SPBU, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu, (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Sementara itu, harga keekonomian Solar subsidi disebut mencapai sekitar Rp12.000 per liter, tetapi dijual kepada masyarakat dengan harga Rp6.800 per liter. Besarnya selisih tersebut membuat pemerintah harus menanggung biaya subsidi melalui APBN. Karena itu, pemerintah kini berupaya memastikan BBM subsidi lebih tepat sasaran dan tidak dinikmati oleh kelompok masyarakat yang sebenarnya mampu. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)