MARKET DATA

Harga BBM Pertamax Naik, Ini Penjelasan Lengkap Dirut Pertamina

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
11 June 2026 19:24
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri (tengah) menyampaikan harga BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite masih tetap di Rp10.000 dan BioSolar di harga Rp6.800 per liter sesuai ket
Foto: Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri (tengah) menyampaikan harga BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite masih tetap di Rp10.000 dan BioSolar di harga Rp6.800 per liter sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah. (Instagram/Pertamina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri buka suara terkait keputusan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) mulai 10 Juni 2026.

Simon menjelaskan, hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Dia menegaskan, di tengah tantangan global yang terus berkembang, Pertamina dengan dukungan penuh dari pemerintah terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Berikut pernyataan resmi Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri, seperti dikutip dari Instagram resmi Pertamina, Kamis (11/6/2026):

"Menanggapi perkembangan saat ini terkait harga BBM, perlu kami sampaikan bahwa harga BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite masih tetap di Rp 10.000 per liter dan Biosolar di harga Rp 6.800 per liter sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Sehubungan dengan penyesuaian harga BBM non-subsidi, yaitu Pertamax dan Pertamax Green, yang berlaku sejak 10 Juni 2026, kami memahami bahwa setiap penyesuaian harga tentu menjadi perhatian masyarakat.

Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Penyesuaian harga BBM non subsidi ini selain dilakukan di titik-titik SPBU Pertamina, juga dilakukan oleh SPBU Badan Usaha Swasta lainnya. Di tengah tantangan global yang terus berkembang, Pertamina dengan dukungan penuh dari Pemerintah terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat selama ini. Dan mari kita bersama-sama bijak menggunakan energi."

Daftar Harga BBM Pertamina

Berikut daftar harga BBM di SPBU Pertamina, berlaku mulai 10 Juni 2026:

Solar Subsidi Rp 6.800 per liter, tetap.

Pertalite Rp 10.000 per liter, tetap.

Pertamax (RON 92) Rp 16.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.

Pertamax Green 95 Rp 17.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.

Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter, tetap.

Dexlite Rp 23.000 per liter, tetap.

Pertamina DEX Rp 24.800 liter, tetap.

(wia) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Waspada Konsumen Pertamax Beralih ke Pertalite, Ini Antisipasi ESDM


Most Popular
Features