Internasional

Update "Gempa Terkuat Abad 21" Kolombia, 250 Tewas-100 Gempa Susulan

tfa, CNBC Indonesia
Rabu, 12/08/2026 08:55 WIB
Foto: REUTERS/Juan David Duque

Jakarta, CNBC Indonesia - Korban tewas akibat gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 di Kolombia dilaporkan telah mencapai sedikitnya 250 orang. Tim penyelamat masih berpacu dengan waktu untuk mencari korban yang kemungkinan terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Gempa yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin pagi hari itu disebut sebagai salah satu gempa paling menghancurkan yang melanda negara tersebut pada abad ke-21. Guncangan merusak blok apartemen, rumah, sekolah hingga fasilitas kesehatan di kawasan perkebunan kopi.

Laporan dari sejumlah kota terdampak menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 254 orang pada Selasa pagi. Sebanyak 101 korban tercatat di Pereira, sementara 95 lainnya berada di Cali, salah satu kota terbesar di Kolombia.


Di tengah kehancuran, tim penyelamat terus menyisir puing menggunakan derek, ekskavator hingga tangan kosong. Mereka bahkan meminta warga sekitar untuk diam sejenak agar dapat mendengar suara korban yang mungkin masih hidup di bawah reruntuhan.

Rosa Gonzalez, warga Pereira, menceritakan detik-detik ketika dirinya berhasil menyelamatkan diri bersama suami dan bayinya yang berusia 10 bulan. "Struktur bangunan mulai berderit, dan tepat saat kami berlari keluar, bangunan itu runtuh," ujarnya kepada Reuters, dikutip Rabu (12/8/2026).

Di Cali, pemandangan serupa terjadi. Petugas, sukarelawan dan warga berusaha menyelamatkan korban dari kompleks apartemen Torres del Limonar yang hancur, sementara kerumunan warga bersorak ketika tim penyelamat berhasil mengeluarkan seorang perempuan dalam kondisi hidup dari reruntuhan.

Namun, kondisi di sejumlah wilayah terpencil jauh lebih memprihatinkan. Komunitas adat di Choco, yang berada dekat pusat gempa, masih mengalami gangguan listrik, air, gas dan layanan dasar, sehingga bantuan dan proses evakuasi menjadi sangat sulit.

Andres Caicedo, tokoh masyarakat di Sipi, mengatakan warga bahkan harus mencari sinyal komunikasi dengan memanjat pohon. "Ada anak-anak dan lansia yang masih terguncang... Kami tidak memiliki puskesmas ataupun pasokan medis; kami melakukan apa pun yang kami bisa dengan tenaga kami sendiri," katanya kepada Caracol TV.

Presiden baru Kolombia, Abelardo De La Espriella, telah mengunjungi sejumlah wilayah terdampak dan menjanjikan bantuan ekonomi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah juga menghadapi tekanan untuk menyesuaikan anggaran negara setelah bencana tersebut, sementara Federasi Kopi Nasional mulai mendata kerusakan perkebunan dan infrastruktur pedesaan.

Hingga Selasa sore, lebih dari 100 gempa susulan telah tercatat, tiga bandara masih ditutup, dan sejumlah jalan utama belum dapat dilalui. Pemerintah pusat mengatakan diperlukan beberapa hari untuk memastikan skala kerusakan dan menetapkan jumlah korban akhir karena komunikasi di sejumlah wilayah terdampak masih terputus.


(tfa/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Gempa M7,4 Mengguncang Kolombia, 111 Orang Tewas