MARKET DATA
Internasional

Geger! Trump Kabur dari Turki Pakai Pesawat Rahasia, Diincar Iran

tfa,  CNBC Indonesia
12 August 2026 07:35
Presiden AS Donald Trump menari saat menyampaikan pidato tentang perekonomian di General Motors Proving Ground di Milford, Michigan, AS. (REUTERS/Carlos Osorio)
Foto: (REUTERS/Carlos Osorio)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan diam-diam meninggalkan Turki menggunakan pesawat militer rahasia setelah menghadiri KTT NATO di Ankara. Operasi tersebut disebut dilakukan karena adanya ancaman pembunuhan dari Iran.

Laporan The Washington Post menyebut Trump awalnya terlihat menaiki pesawat Air Force One lama di Ankara untuk terbang menuju Inggris. Namun, setelah berada di dalam pesawat, Trump ternyata dipindahkan secara diam-diam menggunakan truk katering bandara menuju pesawat lain, yakni Air Force C-32A.

The New York Times juga melaporkan hal serupa dengan mengutip sejumlah pejabat AS yang tidak disebutkan namanya. Langkah tersebut disebut sebagai operasi pengelabuan untuk menyamarkan keberadaan Trump di tengah meningkatnya ancaman terhadap keselamatannya.

Sebelumnya, Trump terbang ke Ankara menggunakan pesawat Boeing 747 yang merupakan hadiah dari Qatar dan baru selesai menjalani renovasi. Namun, secara mengejutkan ia mengumumkan akan menggunakan Air Force One lama saat meninggalkan Turki, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai alasan keamanan di balik keputusan tersebut.

Sebelum keberangkatan, Trump melalui Truth Social mengatakan akan menggunakan Air Force One berwarna biru muda "demi mengenang masa lalu" menuju Pangkalan Udara RAF Mildenhall di Inggris. Pesawat hibah Qatar tersebut juga dijadwalkan singgah di pangkalan yang sama agar personel militer AS dapat melihatnya secara langsung.

Namun, setelah Trump naik ke Air Force One lama di hadapan kamera, ia justru dipindahkan melalui truk katering menuju C-32A. The Washington Post menyebut operasi itu dilakukan karena terdapat ancaman nyata terhadap Trump dan sejumlah staf Gedung Putih bahkan diyakini tidak mengetahui perpindahan tersebut.

Para wartawan yang mengira akan terbang bersama Trump juga diminta menutup rapat tirai jendela kabin pers. Ketika ditanya mengenai alasan tersebut, Trump sempat berkata bahwa mereka "mungkin sedang dalam penerbangan yang berbahaya" dan menambahkan, "Tapi kalau saya pergi, kalian juga ikut. Benar, kan?"

Pesawat C-32A yang membawa Trump tiba di Inggris sekitar pukul 22.20 waktu setempat, beberapa menit sebelum Air Force One lama yang membawa rombongan media. Trump kemudian terlihat turun dari pesawat Air Force One lama sekitar pukul 22.56 dan memberikan isyarat damai kepada wartawan tanpa memberikan keterangan.

Gedung Putih membenarkan adanya ancaman terhadap Trump. Direktur Komunikasi Gedung Putih Steve Cheung mengatakan jet hibah Qatar telah dilengkapi protokol keamanan tingkat tinggi untuk melindungi presiden dan stafnya.

"Ada banyak musuh Amerika yang mengincarnya, dan kami menggunakan segala sarana yang tersedia untuk mengatasi ancaman-ancaman tersebut," ujar Cheung, seperti dikutip Reuters.

Pesawat Boeing 747 hibah Qatar tersebut kini tengah disiapkan sebagai pengganti sementara Air Force One. Pesawat itu dimodifikasi oleh kontraktor pertahanan L3Harris Technologies di tengah keterlambatan Boeing dalam menyerahkan pesawat Air Force One generasi terbaru.

(tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Diancam Dibunuh, Diam-Diam Kabur dari Turki Naik Truk Katering


Most Popular
Features