Amran Mau Bagi-Bagi Alsintan Gratis untuk Buruh Tani, Caranya Begini
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyiapkan aturan baru agar buruh tani di seluruh Indonesia bisa mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Langkah ini diambil karena masih banyak buruh tani yang kesulitan mengakses bantuan akibat terbentur ketentuan regulasi.
Amran mengatakan, buruh tani selama ini belum seluruhnya bisa memperoleh bantuan seperti traktor, combine harvester, hingga alat tanam karena terkendala aturan yang berlaku. Karena itu, pemerintah akan mengubah regulasi agar bantuan alsintan bisa lebih mudah menjangkau mereka yang membutuhkan.
"Banyak saudara-saudara kita buruh tani di seluruh Indonesia tidak tersentuh karena kebijakan, karena regulasi yang ada. Insyaallah kami kembali ke Jakarta, kami ubah regulasi. Buruh tani boleh dapat traktor, boleh dapat combine, alat tanam, dan seterusnya," kata Amran dalam keterangannya, dikutip Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, proses pengusulan bantuan juga akan disederhanakan. Amran meminta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) diberi peran lebih besar dalam mengusulkan bantuan, karena dinilai mengetahui kondisi dan kebutuhan petani di wilayah masing-masing.
"Tanda tangannya nggak usah ribet, cukup PPL. Kami terima tanda tangan PPL, kami terima di Jakarta, kami kirim alatnya. Mereka membutuhkan saat ini," ujarnya.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat dalam kunjungannya ke Gresik, Jawa Timur, juga mengecek langsung lahan pertanian yang dilaporkan terdampak kekeringan lebih dari 200 hektare. (Dok. Humas Kementan) Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat dalam kunjungannya ke Gresik, Jawa Timur, juga mengecek langsung lahan pertanian yang dilaporkan terdampak kekeringan lebih dari 200 hektare. (Dok. Humas Kementan) |
Amran menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhambat oleh rantai birokrasi yang panjang. Ia mengatakan, pemerintah harus bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
"Kalau kepentingan rakyat, Presiden perintahkan: layani, titik. Nggak usah basa-basi," tutur dia.
Selain menyiapkan aturan baru terkait bantuan alsintan, Amran dalam kunjungannya ke Gresik, Jawa Timur, juga mengecek langsung lahan pertanian yang dilaporkan terdampak kekeringan lebih dari 200 hektare.
"Kami langsung cek lapangan karena terdengar ada kekeringan 200 hektare lebih. Sekecil apapun persoalannya, kalau kita bisa memberikan solusi di lapangan, harus kita selesaikan. Tidak ada basa-basi, tidak ada birokrasi panjang. Langsung kita berikan pompa," tegasnya.
Untuk mengatasi kekeringan tersebut, pemerintah memberikan dukungan pompa sebagai solusi cepat. Pemerintah juga menyiapkan penanganan jangka panjang melalui rencana pembangunan kolam retensi untuk mengatasi persoalan kekurangan air yang berulang.
Amran mengatakan, Kementerian Pertanian siap berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) jika terdapat persoalan lahan dalam pembangunan infrastruktur pendukung tersebut.
Ia kembali menegaskan bahwa akses bantuan pertanian harus terbuka bagi buruh tani yang membutuhkan, tanpa terhambat persoalan administratif.
"Buruh tani juga harus bisa mendapatkan bantuan. Jangan karena regulasi, mereka tidak tersentuh. Kalau rakyat membutuhkan dan kita bisa bantu, kita bantu," tegas Amran.
(wur) [Gambas:Video CNBC]