Gempa "Terkuat Bumi Abad 21" Guncang Kolombia M 7,4, 111 Orang Tewas
Jakarta, CNBC Indonesia - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia, Senin waktu setempat. Badan gempa setemnpat, Servicio Geologico Colombiano (SGC), menyebut gempa tersebut sebagai yang terkuat yang tercatat di negara itu sepanjang abad ke-21.
Dilaporkan bagaimana gempa menyebabkan kehancuran besar di sejumlah kota, termasuk Cali dan Pereira. Jumlah korban tewas kini mencapai 111 orang, sementara 87 lainnya terluka.
Gempa terjadi pada Senin pagi pukul 07.34 waktu setempat dengan kedalaman 107 kilometer, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Pusat gempa berada di dekat San José del Palmar, Departemen Chocó, wilayah berpenduduk jarang di pesisir Pasifik Kolombia, namun guncangannya terasa hingga kota-kota besar di berbagai penjuru negeri.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengatakan 61 bangunan telah runtuh akibat gempa. "Pemerintah nasional telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melindungi nyawa, membantu masyarakat terdampak dan menyalurkan bantuan di mana pun dibutuhkan," kata de la Espriella, seperti dikutip The Guardian, Selasa (11/8/2025).
Wilayah barat Kolombia menjadi daerah yang mengalami dampak paling parah. Terdapat 27 kematian dilaporkan di Valle del Cauca dan 40 kematian di Pereira, ibu kota Departemen Risaralda.
Di Pereira, Wali Kota Mauricio Salazar memberlakukan jam malam setelah sedikitnya 65 bangunan dilaporkan runtuh. Korban diduga masih terjebak di sedikitnya 15 bangunan sementara lima rumah sakit di kota tersebut dilaporkan kewalahan menangani korban luka.
Di Cali, Wali Kota Alejandro Eder mengatakan sedikitnya 20 bangunan runtuh dan sejumlah orang masih terjebak di dalamnya. Ia meminta warga tetap tenang serta segera meninggalkan bangunan yang mengalami kerusakan struktural.
"Jika Anda tidak merasa aman atau melihat retakan yang sangat besar, mohon tinggalkan bangunan tersebut," ujar Eder. Ia mengatakan pemerintah daerah masih memetakan dampak bencana untuk memprioritaskan penyelamatan korban.
Sementara itu, Wali Kota Manizales, Jorge Eduardo Rojas Giraldo, melaporkan sedikitnya 12 bangunan dan 20 rumah mengalami kerusakan sebagian hingga hancur. Ia mengingatkan warga untuk tidak kembali ke dalam bangunan karena masih ada kemungkinan gempa susulan.
"Jangan kembali masuk ke dalam bangunan dulu. Saya tahu ini tidak mudah, tetapi tetaplah berada di luar untuk sementara waktu karena ada kemungkinan terjadi gempa susulan," katanya.
Otoritas penerbangan melaporkan kerusakan pada bandara di Pereira, Manizales, Quibdó, Cartago, Armenia, dan Buenaventura. Pemerintah Kolombia juga telah mengaktifkan mekanisme penanggulangan bencana nasional untuk mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan.
Gempa tersebut menjadi ujian besar bagi de la Espriella yang baru menjabat sebagai presiden sejak Jumat lalu. Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan terus memantau situasi dan siap memberikan dukungan kepada Kolombia.
Guncangan juga terasa hingga Venezuela. Venezuela sendiri merasakan gempa gembar dahsyat Juni lalu.
(tfa/tfa)