FOTO Internasional

Banjir Terjang Tetangga RI, Warga Nekat Terobos Air Setinggi Pinggang

Reuters, CNBC Indonesia
Selasa, 11/08/2026 05:00 WIB

Banjir akibat Habagat merendam Manila hingga setinggi pinggang. Sekitar 110 ribu keluarga terdampak, sementara rumah dan toko ikut terendam.

1/6 Warga yang membawa barang-barang mereka berjalan menerjang banjir di sebuah desa di tengah hujan monsun barat daya di Bagong Silangan, Quezon City, Filipina, pada 10 Agustus 2026. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Warga membawa barang-barang mereka sambil menerjang banjir di sebuah desa di Bagong Silangan, Quezon City, Filipina, Senin (10/8/2026). Genangan merendam rumah dan tempat usaha setelah angin muson barat daya, yang secara lokal dikenal sebagai Habagat, terus melanda Pulau Luzon. (REUTERS/Eloisa Lopez)

2/6 Warga yang membawa barang-barang mereka berjalan menerjang banjir di sebuah desa di tengah hujan monsun barat daya di Bagong Silangan, Quezon City, Filipina, pada 10 Agustus 2026. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Warga terlihat berjalan menerjang banjir yang mencapai setinggi pinggang. Sejumlah keluarga juga terpaksa menunggu di luar rumah mereka yang terendam sambil menanti air surut. (REUTERS/Noel Celis)

3/6 Warga yang membawa barang-barang mereka berjalan menerjang banjir di sebuah desa di tengah hujan monsun barat daya di Bagong Silangan, Quezon City, Filipina, pada 10 Agustus 2026. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Badan Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA) memperkirakan curah hujan lebih dari 200 milimeter mengguyur Benguet pada Senin. Sementara itu, Metro Manila dan provinsi-provinsi di sekitarnya diperkirakan menerima curah hujan 50-100 milimeter. Kondisi tersebut meningkatkan risiko banjir susulan dan tanah longsor karena tanah telah jenuh air. (REUTERS/Noel Celis)

4/6 Warga yang membawa barang-barang mereka berjalan menerjang banjir di sebuah desa di tengah hujan monsun barat daya di Bagong Silangan, Quezon City, Filipina, pada 10 Agustus 2026. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Salah satu warga yang terdampak adalah Claudio Lilio, 51 tahun, pemilik toko kecil yang berada di dekat pertemuan Sungai San Mateo dan Sungai Marikina. Menurut Lilio, kawasan tempat tinggalnya kerap menjadi lokasi penampungan air setiap kali hujan deras turun. (REUTERS/Eloisa Lopez)

5/6 Warga yang membawa barang-barang mereka berjalan menerjang banjir di sebuah desa di tengah hujan monsun barat daya di Bagong Silangan, Quezon City, Filipina, pada 10 Agustus 2026. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Banjir membuat Lilio kehilangan penghasilan selama hampir tiga hari. Meski telah berupaya mengamankan barang dagangannya, air tetap menghanyutkan sejumlah barang, termasuk meja dan kursi yang biasa digunakan keluarganya untuk makan. (REUTERS/Eloisa Lopez)

6/6 Warga yang membawa barang-barang mereka berjalan menerjang banjir di sebuah desa di tengah hujan monsun barat daya di Bagong Silangan, Quezon City, Filipina, pada 10 Agustus 2026. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Badan penanggulangan bencana nasional menyatakan sekitar 110.000 keluarga terdampak peningkatan intensitas hujan muson yang telah berlangsung sejak 3 Agustus. Kondisi tersebut dipicu interaksi angin muson dengan serangkaian badai yang datang secara beruntun. (REUTERS/Eloisa Lopez)