Cuaca Ekstrem Terjang Arab Saudi, Riyadh Banjir
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Arab Saudi menangguhkan kegiatan belajar tatap muka di sejumlah sekolah dan universitas setelah hujan lebat memicu banjir di Riyadh dan beberapa wilayah lain. Mengutip laporan kantor berita pemerintah Saudi, Alekhbariah, kebijakan ini diberlakukan pada Minggu waktu setempat.Â
Langkah tersebut mencakup sejumlah institusi pendidikan, seperti Universitas Al-Baha, Universitas Ilmu Kesehatan Raja Saud bin Abdulaziz, dan Universitas Raja Khalid.Perlu diketahui, hari libur mingguan di Arab Saudi berbeda dengan kebanyakan negara, karena jatuh di Jumat dan Sabtu.
Rekaman yang beredar di media sosial X menunjukkan derasnya aliran air menggenangi jalan-jalan di ibu kota Riyadh usai hujan intens mengguyur pada Sabtu malam. Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi memperingatkan cuaca ekstrem masih akan berlanjut meski hujan diperkirakan berangsur menurun.
"Curah hujan lebat yang melanda Riyadh diperkirakan terus berlangsung hingga Minggu pagi, dengan intensitas yang akan berangsur mereda," demikian pernyataan Pusat Meteorologi Nasional, seperti dikutip Anadolu Agency, dikutip Senin (13/4/2026).
Sementara itu, Badan Pertahanan Sipil Saudi mengimbau warga di Riyadh dan Provinsi Timur untuk meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi arahan keselamatan dari otoritas setempat. Sebelumnya, otoritas cuaca telah mengeluarkan peringatan sejak Kamis bahwa sebagian besar wilayah Arab Saudi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hingga Selasa mendatang.
Foto: Banjir Arab Saudi. (Tangkapan Layar Tiktok/Kreem506)Banjir Arab Saudi. (Tangkapan Layar Tiktok/Kreem506) |
Foto: Banjir Arab Saudi. (Tangkapan Layar Tiktok/Kreem506)