MARKET DATA

Spanyol Perketat Perbatasan dengan Italia Gegara Lonjakan Migran

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
09 August 2026 14:30
Petugas kepolisian nasional Spanyol memantau kedatangan para pelancong dari Italia di Bandara Madrid-Barajas, Madrid, Spanyol, pada 8 Agustus 2026, setelah pemerintah Spanyol mengumumkan akan memberlakukan pemeriksaan perbatasan untuk penerbangan dan
Foto: Petugas kepolisian nasional Spanyol memantau kedatangan para pelancong dari Italia di Bandara Madrid-Barajas, Madrid, Spanyol, pada 8 Agustus 2026, setelah pemerintah Spanyol mengumumkan akan memberlakukan pemeriksaan perbatasan untuk penerbangan dan kapal dari Italia—mulai tengah malam hari Sabtu hingga 7 September—di tengah sengketa mengenai migrasi ilegal. (via REUTERS/Spanish Police)

Jakarta, CNBC Indonesia - Spanyol mulai memperketat pemeriksaan terhadap pelancong yang tiba dari Italia pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kebijakan ini menjadi respons Spanyol terhadap langkah serupa yang diterapkan Roma usai lonjakan besar migran ke wilayah Spanyol yang berada di Afrika Utara, Ceuta.

"Saya tidak melihat banyak unsur 'diplomasi' dalam keputusan-keputusan ini, baik dari pemerintah Italia maupun pemerintah Spanyol," ujar Maria Celeste Grillo, seorang wisatawan Italia berusia 36 tahun yang baru saja tiba di Madrid dengan pesawat, dikutip ChannelNewsAsia, Minggu (9/8/2026).

Ia mengaku, dirinya tidak melihat adanya pemeriksaan tambahan saat turun dari pesawat. Meski begitu, penerapan kebijakan tersebut sebagai sesuatu yang "menyedihkan".

Asal tahu saja, Spanyol mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka akan melanjutkan pengetatan pemeriksaan. Hal ini seiring dengan alasan adanya tekanan migrasi ilegal yang terus-menerus yang dihadapi Italia. Langkah ini turut menegaskan perselisihan saling balas antara sesama mitra UE dan sekutu NATO ini.

Pemerintah Spanyol yang berhaluan kiri mengeluhkan tindakan pemerintah Italia yang berhaluan kanan keras pada 31 Juli secara tidak adil memberlakukan pemeriksaan perbatasan selama satu bulan terhadap pelancong dari Spanyol, sehingga menangguhkan aturan perjalanan bebas visa di Kawasan Schengen UE akibat lonjakan migran di Ceuta tersebut.

Lebih dari 70.000 migran menyeberang dari Maroko ke wilayah tersebut pada tanggal 30 dan 31 Juli, meskipun hampir semuanya kembali ke Maroko dalam waktu 48 jam.

Masuknya migran dalam jumlah besar ini membuat negara-negara Eropa khawatir, terutama pemerintah sayap kanan yang mendesak aturan lebih ketat terhadap migran ilegal. Namun, aturan terkait Ceuta berarti para migran tidak dapat melanjutkan perjalanan ke daratan Eropa tanpa melewati lapisan pemeriksaan perbatasan lainnya.

Kepala urusan migrasi UE, Magnus Brunner mengatakan, ia telah berkomunikasi dengan menteri dalam negeri Spanyol maupun Italia pada hari Sabtu dan menyatakan bahwa keduanya mengonfirmasi bahwa kontrol perbatasan internal tersebut bersifat sementara.

"Saya menekankan kemajuan yang telah kami capai dalam menangani migrasi ilegal dan bahwa kepercayaan antarnegara anggota adalah aset paling berharga yang kita miliki," tulis Brunner di platform X.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Update Chaos Serbuan Migran ke Spanyol: Nekat Berujung Penyesalan


Most Popular
Features